Rabu, 23 November 2016

Scarlet Heart: Ryeo Season 2 or 2 episodes special ? (Fanfiction)

Scarlet Heart Ryeo salah satu drama sad ending dari sekian banyak drama sad ending lainnya yang bikin gregettt and gemessss,, kebanyakan penggemar di indonesia mengharapkan adanya sequel drama scarlet heart ryeo yang intinya harus happy ending,,, hahaha maksa,,, emang harus maksa. Kita – kita yang nonton udah gak mau dimainin perasaannya sama si penulis,,, huhuhh.
Ah sudahlah, kebanyakan curhat paling orang2 korea ntu gak bakal baca curahan hatikuhhh,,,
Oke daripada nunggu kepastian dari mereka yang belum jelas mau ngadain season kedua apa kagak,,, baiknya kita bikin tuh cerita versi kita sendiri,,, hahaha,, gua udah ngebayangin terus gimana kelanjutannya,, gue bayang – bayangin terus tuh mukanya si wang so sama hae soo di dunia modern kayak gimana.
gue mohon izin mau ngeshare hasil pemikiran a.k.a khayalan gue,,, daripada gue bayang2in doang malah bikin gregeten sendiri,  mending gue tulis dan gue share,,, hahaha jangan pada protes ya,,  cerita ini muncul begitu saja,, sesuai apa yang gue harepin,,, maaf kalo gak sesuai harapan kamu2  semua,,, hahaha...
Pasti temen2  inget banget scene episode terakhir ketika hae soo sedang melihat pameran lukisan era goryeo.. oke kita mule adegannya disitu,,, check it out...
Hea Soo a.k.a Go Ha Jin di dunia moderen, sedang melihat-lihat lukisan  era Goryeo, rekaman2 ingatannya  kembali, mulai dari gambar diadakannya ritual pengusiran roh jahat, ritual pemanggilan hujan, sampai pada lukisan dirinya dan pangeran ke 8 Wang Wook pun ada... akhirnya dia melihat lukisan Raja Gwangjong yang sedang sendiri di istana. Ingatannya bersama Raja Gwangjong a.k.a pangeran ke 4 Wang So diputar kembali,, perlahan matanya mulai berkaca – kaca... dia menangis sejadi jadinya.. 




“Maaf...”
“Maaf, karena meninggalkanmu sendirian”
“Maaf..”
Rintih Hae Soo seakan berbicara langsung dengan Wang So.
Hae Soo menangis. Ingatannya telah kembali, yang sebelumnya ia anggap semua kejadian yang ada di Goryeo adalah mimpi, akhirnya dia sadar telah melalui semua kejadian itu, sadar karena perasaannya begitu kuat, bahwa dia telah melalui itu semua. Walau tidak bisa dijelaskan secara logika. Tapi selama satu tahun dia koma, jiwanya pergi ke jaman sejarah pada Era Goryeo.

Hae Soo masih menangis di pameran lukisan itu, dia meringkuk di pojok ruangan, berusaha menahan tangisnya yang begitu deras agar tidak dilihat oleh orang lain. Hae Soo belum memakai logikanya untuk berfikir bahwa itu semua tidak nyata, tapi perasaannya masih mengalihkan semua hal itu, kesedihannya masih sangat terasa. Entah sampai kapan Hae Soo akan menangis di ruang pameran itu.
Flash back
Hae Soo bangun dari tidurnya, di kamar yang terlihat seperti sudah berada di zaman modern. Nafasnya cepat, seakan sudah bermimpi. Hae Soo merasakan matanya yang basah. Ternyata dia menangis.
“ kenapa aku seperti ini lagi...”
“serius, siapa dia sampai aku seperti ini?..”
Hae Soo masih heran, dan berfikir bahwa itu hanyalah mimpi, tapi kenapa terus berulang dan bermimpi hal yang sama. Bukan mimpi yang dia rasakan, tapi seperti kenangan, dan membuat hatinya sakit dan berlinang air mata ketika dia bangun.
Flash back end.
“apa ini?? Aku ternyata sudah kembali“
“kenapa aku melupakannya?? Maaf Yang Mulia... maafkan aku yang meninggalkanmu sendiri”
Dia membatin, dengan air mata yang keluar. Tanpa sadar dia sudah meringkuk disitu terlalu lama, sampai ada petugas yang menghampirinya, dengan kebingungan.
“maaf nona, nona kenapa?..”
“maaf nona, hari sudah sore, sehingga kami harus menutup pameran ini..”
Hae Soo akhirnya tersadar, namun tubuhnya masih lemas.
“ oh maaf, baiklah saya akan pergi..”
Sambil berlari dia meninggalkan tempat itu, segala kenangan pun kembali muncul, baik ketika dengan Raja Gwangjng  maupun dengan pangeran yang lain, segala hal saat dia di goryeo. Dia menuju toilet untuk mengkondisikan dirinya. Didepan cermin dia berkaca.
“ yang mulia, aku merindukanmu,,”
“Kenapa kau tak menemuiku waktu itu, aku sangat sangat merindukanmu”
“apakah kau baik – baik saja disana?.. maafkan aku”
Dia ingat bahwa disana dia sudah mati. Dengan tanpa bertemu raja sebelumnya, sehingga dia merasakan rindu yang amat sangat besar.
“aku ingin bertemu dengan mu Yang Mulia,, apakah bisa, apakah bisa,,?
“Air,, air,, mungkin aku bisa kembali dengan perantara air”
Dia membasuh mukanya seakan setelah itu dia bisa kembali ke jaman goryeo, namun tidak sama sekali.
 “atau sebenarnya ini hanya mimpi, dan aku yang sudah gila?
“tidak,,,, kenangan itu jelas sekali dalam ingatanku, aku merasakan semuanya secara nyata,, ohh bagaimana ini?”
Hae Soo sendiri masih terlalu bingung dengan keadaannya. Sampai dia ingat seorang laki2 yang tidak lain adalah ahli perbintangan Choi Ji Mong.
“ ji mong,,,”
“ iya,, hanya tuan ji mong yang tau masalah ini..”
“aku harus mencarinya, aku harus menanyakan kepadanya, semua yang aku alami,, karena dia juga pasti mengalaminya,,”
“hhh,, dimana dia,,”
Kemudian dia ingat, bahwa tadi dia bertemu dengan ji mong saat berada di stand penjualan,
“aku harus kembali ketempat itu sbelum dia pergi”
Hae so kemudian keluar dari toilet dan bergegas menuju tempat pameran dan stand penjualan ketika dia bertemu dengan Ji Mong.
Sesampainya disana, Hae Soo bertemu dengan temannya, yang bersama dia ketika sedang menjaga stand.
Hye Ri namanya
“Hye Ri, apakah kau melihat laki – laki yang berbicara denganku terakhir kali disini, pergi kemana dia, apakah dia masih berada disini, siapa namanya?
Hye Ri “siapa yang kamu maksud,,?”
Hye Ri “apakah orang yang juga menjadi pemandu pameran lukisan”
Hae Soo mengingat – ingatnya kembali
Hae Soo “ah iya benar sekali,, dimana dia, dan siapa?”
Hye ri “tadi setelah kamu pergi, dia menitipkan ini untukmu,,”
Ternyata Ji Mong menitipkan surat untuk Hae Soo
Hae soo “ini dari dia? Lalu pergi kemana dia sekarang”
Hye Ri “aku juga tidak tahu, setelah dia memberikan ini dia langsung pergi, tanpa meninggalkan identitas”
Lalu Hae Soo menerima surat dari Ji Mong dan segera membacanya.
“Nona Hae Soo, apakah ingatanmu sudah kembali?, apakah kau sudah mengingat segala hal ketika kau merasa berada di Goryeo?, mungkin  kau masih bingung dengan keadaan yang kau alami saat ini, sama halnya denganku waktu itu,, kau masih bertanya – tanya, apakah benar kau mengalami semua itu, apakah semua memori itu adalah kenangan atau hanya mimpi? Aku mungkin tidak bisa memberi jawabannya, jadi jangan berusaha mencariku untuk bertanya mengenai itu semua,, dan jalani saja kehidupanmu sekarang secara normal, jangan berusaha mencari jawabannya”
Setelah membacanya, Hae Soo merasa kecewa, karena Ji Mong tidak memberikan jawaban mengenai keadaannya. Teman Hae Soo heran, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Hae Soo kembali ke stand padahal kondisinya sedang tidak baik, dan kenapa matanya sembap seakan sudah menangis.
Hye Ri “Hae Soo kau sebaiknya pulang, kondisimu tidak dalam keadaan baik, dan kau kenapa sebenarnya, kau habis menangis? siapa orang itu, kenapa kau mencari – carinya?”
Hae Soo “baiklah, nanti akan kuceritakan semua kepadamu hyeri, aku akan pulang terlebih dahulu”
Hye Ri “ iya istirahatlah dulu dirumah, lupakan sejenak masalahmu”
Hae Soo berjalan pulang, dia lebih memilih berjalan kaki ketimbang naik bus. Dia sengaja melakukan itu karena ingin bisa lebih merasakan memori itu.
“ Yang Mulia, bagaimana caranya aku bertemu denganmu, apakah bisa?”
“hhh, ini begitu menyiksa, mengingat kita belum bertemu sebelum kematianku, aku merasa bersalah karena telah meninggalkanmu, dan hal ini begitu menyiksaku”
“yang mulia aku merindukanmu, apakah kau juga merasakan hal yang sama?
Hae Soo berhenti di tengah jalan, dan air matanya kembali mengalir, dia meringkuk lagi, sakan lemas kakinya untuk melangkah.
Tiba – tiba ada tangan seseorang yang memegang sapu tangan dan memberikannya kepada hae so
Hae Soo tidak sadar, dia menerima sapu tangan itu tanpa tau siapa orang yang memberikannya.
Lalu Hae Soo menegakkan kepalanya dan melihat dari belakang orang itu sudah berjalan melewatinya, Hae Soo seperti mengenali orang itu, dari postur tubuhnya dan cara dia berjalan, memori Hae Soo tertuju pada pangeran ke 10 pangeran Wang Eun, yang mati dengan label penghianatan terhadap raja ke tiga, raja jeonjong.
“Pangeran Eun!!!” teriaknya
Orang itu berbalik, seakan dia merasa di panggil dengan sebutan tersebut.
 “Pangeran Eun!!!” teriak Hae Soo
Orang dengan postur dan wajah Pangeran Eun berbalik, dia merasa sedang dipanggil dengan sebutan tersebut. Wang Eun mendekati Hae Soo.
“ ya nona, apakah anda memanggil saya barusan?,” kata Wang Eun.
Hae Soo “ iya, kamu adalah Wang Eun kan?”
Tanpa ragu Hae Soo menakan namanya.
Eun “ Saya Eun, Park Eun bukan wang eun,,, kenapa nona memanggil saya seperti itu, apakah karena wajah saya yang tampan bak Pangeran Eun dari jaman Goryeo?hahaha”
Wang eun a.k.a park eun tertawa lebar dengan memuji dirinya sendiri
“ iya begitulah reaksi para yeoja ketika melihat wajah saya ini, apakah nona ingin mengembalikan sapu tangan saya atau tidak?”
Wajah Hae Soo masih terpana, bukan karena kaget melihat ketampanan eun, tapi karena ia merasa bahwa orang yang dia temui ini adalah Wang Eun,, pangeran ke 10. bukan hanya wajahnya, tapi  dari cara bicaranya dan gayanya sngat mirip dengan pangeran Wang Eun.
Hae Soo memberikan sapu tang Eun, namun masih dengan wajah yang terpana.
“ini sapu tanganmu,, kamu memang mirip dengan pangeran eun, kamu ceria, dan cerewet seperti pangeran eun”
Wang Eun “hey nona, apakah kau sudah pernah bertemu dengan Pangeran Eun, jangan sok tau, jelas wajah saya ini pasti lebih tampan dari dia, dan saya itu lebih populer dibanding Pangeran Eun,, hahaha”
Hae Soo, tersenyum. Terasa kerinduannya sedikit terobati.
“ah sudahlah, saya mau pergi dulu, saya sibuk harus berangkat kuliah dari pagi hingga sore, jadi tidak bisa meladeni fans seperti nona...bye”
Hae Soo tersenyum. Wang Eun pergi, Hae Soo masih berdiri memandang kepergian eun.

Setting sekarang berada di jaman Goryeo, ketika Ji Mong berpamitan dengan Raja Gwangjong, dan berbicara mngenai Hae Soo, yang bukan dari dunia itu. Ji Mong pergi, dan awan di goryeo berubah gelap seakan terjadi gerhana matahari sempurna. Raja Gwangjong memandang langit. Dan berbicara di batinnya.
“jika kita bukan dari dunia yang sama, aku akan menemukanmu”
Waktu telah berlalu disini, Raja Gwangjong dikenal sebagai raja yang baik dan bijaksana. Namun perlakuannya terhadap putra2nya amat tegas dan disiplin.
Kecuali terhadap anak Wang Jung, yang tidak lain adalah putri dari Gwangjong dan Hae Soo. Setelah dicabutnya hukuman Wang Jung, Wang Jung kembali ke kampung halamannya dan bisa bebas keluar masuk istana. Terkadang Wang Jung mengunjungi istana dengan membawa serta sang putri. Sebagai saudara dari Raja Gwangjong, Wang Jung masih merasa peduli terhadap kakaknya, sehingga dia merasa perlu untuk sering kali membawa sang putri mengunjungi ayah kandungnya.
Sekian lama menduduki tahta kerajaan, Raja Gwangjong akhirnya turun tahta, dan di teruskan oleh putranya, yang selama ini ia didik dengan kasih sayang dan disiplin tinggi. raja mendidik putranya agar tidak serakah akan tahta, walaupun ratu selalu membujuk putra mahkota agar segera merebut tahta tersebut dari ayahnya. Namun dengan rasa hormat dan kasih sayang, putra mahkota tetap pada posisinya, sampai raja menyerahkan tahtanya dikarenakan kesahatan raja yang sudah tidak sanggup lagi untuk menjalankan tugasnya.
Di sela – sela kesendiriannya, Gwangjong masih selalu memikirkan Hae So.
“Soo yah, tugasku sudah selesai, tunggu aku disana”
Wang So melihat lihat segala benda yang berhubungan dengan Hae Soo. Dia membuka kotak kosmetik yang dulu diberikan Hae Soo untuk menutupi bekas luka diwajahnya,
“so yah, aku tidak pernah melupakanmu,, apakah kau selalu menungguku,,, apakah kau juga tidak melupakanku?
“aku tidak pernah menyerah akan tahta ini, karena aku selalu menganggapmu masih ada, dan kamulah yang berperan besar terhadap perjalananku meraih kerajaan ini, sekarang tugasku sudah selesai, apakah kau senang dengan itu?aku akan menyusulmu Soo yah, tunggu aku”
Gwangjong berjalan jalan menuju danau dongji, tempat dirinya dan hae soo dulu sering bertemu. Pikirannya melayang jauh pada waktu – waktu ketika dia sedang bersama dengan Hae Soo. Kenangan2 indah itu kembali muncul. Hasrat untuk bertemu Hae Soo semakin besar, kerinduan yang ia rasakan semakin tak bisa dibendung lagi, diiringi dengan rasa penyesalan yang amat dalam karena dulu ia membiarkan Hae Soo pergi dan menikah dengan Wang Jung, tanpa ia melihat ketika Hae Soo meninggalkan dunia ini. Semua rasa itu bercampur jadi satu, emosi Gwangjong meledak, ia berteriak kearah danau, dengan air mata yang mengungkapkan segala isi hatinya.
“Hae Soo yah,,,,,,”teriak wang so
Kemudian ia berjalan menaiki perahu, ia berdiri diatasnya... ia memandang keatas langit
“Hae Soo aku akan menemukanmu...”
Lalu Gwangjong menerjunkan dirinya kedalam danau,, tanpa ada orang istana yang melihatnya.. langit pu berubah menjadi gelap..

Beberapa saat setelah Gwangjong tenggelam, beberapa dayang istana baru menyadarinya, bahwa raja Gwangjong menghilang, seluruh istana menjadi heboh dan semua orang mencari raja kesetiap sudut istana. Termasuk sang putri yang saat itu sedang berkunjung ke istana bersama Wang Jung. Puteri berpikir untuk mencari raja disekitar danau.
“ yang mulia,,,,”teriak Hae Soo berusaha memanggil Gwangjong..
Flash back
Gwang jong  dan putri hae soo sedang berjalan2 di sekitar danau dongji, putri tidak mengetahui bahwa dia adalah anak dari raja dan Hae Soo, namun karena ikatan batin yang kuat antara anak dan ayah, puteri merasa sangat dekat dengan Raja Gwangjong. Gwangjong dengan bebasnya menceritakan kenangannya bersama Hae Soo dulu, terutama saat berada di danau dongji. Puteri pun dengan senang mendengarkannya.
“kamu tahu, dulu sebelum menjadi raja, saya mengenal seorang wanita, tak ku sangka akan bertemu wanita seperti dia. Dia yang mengubah segala hal dalam hidupku”
“dia, tidak takut denganku, padahal semua orang yang melihatku seakan melihat anjing serigala yang menakutkan, tapi dia dengan berani menatap wajahku tanpa berpaling”
Hae soo kecil “yang mulia jika saya menjadi wanita itu, tentu saya akan sangat bangga dan senang, karena bisa bertemu dengan yang mulia, calon Raja  Goryeo yang baik dan  bijaksana”
Raja tersenyum mendengarkan kata2 sang putri.
“ini adalah tempat diamana kami sering bertemu, segala hal bersamanya terjadi disini”
“hidupnya harus terperangkap di istana karena saya, jadi saya merelakannya pergi, namun dada saya terasa sesak, karena dipenuhi dengan penyesalan yang amat dalam”
“maaf Yang Mulia, apakah saya pernah bertemu dengan wanita tersebut sebelumya??”
Puteri dan raja saling memandang,
“namanya Hae Soo, dia adalah ibumu” jawab Gwangjong.
Puteri berhenti melangkah, raja meninggalkannya.
Pikiran puteri Hae Soo melayang jauh, pada semua kejadian2 yang dialaminya, seakan menjawab pertanyaannya selama ini, siapa ayahnya sebenarnya. Akhirnya dia menyimpulkannya sendiri.  Kenapa selama ini dia masih diizinkan keluar masuk istana padahal hubungan antara ayahnya Wang Jung dan raja tidak begitu baik.
Flash back end
Puteri masih mencari raja disekitar kuil doa, dan menuju ke danau dongji. Sampai akhirnya menemukan mayat raja yang sudah mengambang di danau. Mata puteri terbelalak melihatnya.
“Yang Mulia.....Yang Mulia...” teriak puteri
“Abbaji,,, Abbaji,,,,”Air mata putri tak terbendung lagi, melihat ayahnya yang telah pergi.
Beberapa dayang dan pengawal istana datang.
Setting kembali ke zaman modern
Hae Soo sedang merenung, dia mencoba mengingat – ingat semua kejadian di Goryeo, dan masih berusaha membayangkan wajah Wang Soo, sampai dia merasa frustasi.
“aku ingin membayangkan wajahmu Yang Mulia, tapi kenapa semakin hilang dalam ingatanku?”
Lalu Hae Soo mengambil secarik kertas dan alat tulis, dia berusaha menggambar wajah Wang So, ketika itu ada suatu kejadian yang terlintas dipikirannya, yaitu ketika yang mulia Raja Gwangjong sedang menuliskan kata2 puitis yang diminta oleh Hae Soo, Kumenunggu di tepi danau tiba tiba awan mulai mendung. Hae Soo menulisnya kembali sembari melafalkannya.. air matanya pun berlinang..
“kumenunggu di tepi danau, tiba – tiba awan mulai mendung..
“kumenunggu di tepi danu, tiba – tiba awan mulai mendung
“kumenunggu di tepi danau, tiba – tiba awan mulai mendung..
Entah sampai berapa kali Hae Soo menulisnya, sampai dia tertidur. Dalam tidurnya Hae Soo bermimpi.
Dia bertemu Raja Gwangjong di danau dongji, namun raja meninggalkannya menggunakan perahu dan kemudian menceburkan dirinya ke dalam danau, Hae Soo terus memanggil - manggil yang mulia, tapi yang mulia sudah tidak muncul lagi.
“yang mulia!!!.. yang mulia!!”
Teriak Hae Soo, kemudian ia terbangun.
“huhhh, pertanda apa ini, yang mulia semoga kamu baik – baik saja?”
Kemudian ia berpikir untuk menuju ke istana Goryeo, untuk sedikit mengobati rasa rindunya terhadap Gwangjong.
Di area danau dongji, terlihat orang2 itu sedang mengadakan pengambilan gambar atau syuting suatu acara. Seorang kameramen sedang mengarahkan sang artis agar mengambil posisi yang bagus.
“tuan lebih baik kita ambil gambarnya di atas danau saja, agar terlihat lebih jelas oleh penonton..” saran kameramen.
 “iya, aku setuju denganmu, daripada hanya disekitar sini saja, mumpung kita masih ada kesempatan berada di istana, sekalian saja, ambil gambar yang sempurna” kata sang produser.
“baiklah, tapi naik apa aku agar bisa  ketengah danau” tanya ji soo
“perahu itu!!!” pinta sang produser.
“hah tapi bukannya itu terlalu berbahaya, lagian perahu itu sudah terlalu tua untuk dinaiki,,” kata sang manajer.
“hey kau, lebih baik kau diam, dia itu hanya artis pengganti untuk beberapa episode saja, lagian kalian akan dapat untung besar jika berhasil membawakan acara ini dengan bagus” kata sang produser
“okee, cuma naik perahu seperti ini apa bahayanya, kau tenang saja hyung” kata ji soo kepada manajernya.
Dilihat – lihat Ji Soo  mirip dengan seseorang, iya mirip pangeran Wang So a.k.a Raja Gwangjong, tapi dia tidak memiliki bekas luka diwajahnya..
Ji Soo menaiki perahu tanpa ragu dan mendayungnya sampai ke tengah danau. Namun tiba2 langit mendung dan semua berubah menjadi gelap.
“apa yang terjadi, kenapa langit berubah gelap?”tanya produser.
“wah kenapa ini, aku tidak bisa melihat apapun?” kata kameramen.
“apa sedang terjadi gerhana?” Kata Manajer Ji Soo
“entahlah”
“yang jelas ini bukan hal biasa” kata kru yang lain.
Semua kru tak bisa melihat apapun termasuk Ji Soo yang masih berada di atas perahu.
 “hey, ji so, apakah kau bisa melihatku?” teriak produser berusaha memangil pembawa acara itu.
terdengar suara benda yang terjatuh ke air, semua kru panik, bersamaan dengan itu, langit menjadi cerah kembali.
Tapi ketika dilihat, artis baru itu sudah tidak ada di perahu.
“hyung, ji soo menghilang”
“apa, yang benar saja!!!!”
“ayo kita cari dia”
“apa jangan2  dia tenggelam, bagaimana ini,, Ji soo yah kau dimana? Kata manajer semakin panik, karena Ji Soo menghilang.
“tadi terdengar suara dari danau, apakah kau mendengarnya hyung”
“iya, aku juga mendengarnya, ji sooo... ji soo”
 Para kru berusaha mencarinya, sampai memanggil tim penolong untuk mencari kedalam danau. Karena dengan dugaan Ji Soo tenggelam.
Beberapa saat kemudian, ji soo ditemukan didalam danau, entah dia masih hidup atau tidak.
Manajer “ji soo, ji soo,, kau baik-baik saja?”
Tim penolong berusaha memberikan pertolongan pertama.
Ternyata dia masih hidup.
Namun ada yang janggal di wajahnya, terdapat bekasa luka yang sama persis dimiliki oleh pangeran Wang So.

Bersambung ke part 2.

Rabu, 01 Juli 2015

Food Combining

Oke, sekarang kita belajar mengenai Food Combining, tulisan di bawah ini saya kutip dari facebook Elsa Salsabila, selamat membaca.
Mengubah pola makan seperti mengubah budaya. Bagaimana caranya tubuh yang asam bisa cenderung basa. Sebagian orang menyebut dengan Food Combining.Bukan Program diet2an menahan lapar, bukan program kurus2an, dan bukan program dengan tujuan mengobati...
FoodCombining (atau FC) adalah POLA MAKAN HARIAN, (Sarapan, Makan Siang, dan Makan Malam) yang mencari keseimbangan dalam tubuh, yang bertujuan untuk membentuk PH darah yang netral antara acid-base (asam-basa), dan mengkondisikan Homeostatis tubuh (Homeostasis = kondisi keseimbangan internal yang ideal, di mana semua sistem tubuh bekerja optimal untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh.)
Potential hydrogen(PH) diwakili oleh dua kutub di angka 1 untuk Asam (Acid) dan 14 untuk Basa (Alkali).
PH darah dan tubuh yang sehat berada pada titik 7,35-7,45 sehingga disebut Homeostasis seperti di atas.
Kenapa parameternya melalui PH tubuh? Simple, Karena kondisi tubuh yang sehat dengan fungsi yang normal, memiliki PH netral...
Lalu, kenapa Food Combining?
Masalahnya adalah, paduan dan pola makan dewasa ini cenderung menghasilakan PH ke arah yang asam(acid), dan menjadi pemicu masalah2 kesehatan dari yang ringan hingga yang fatal…
Solusinya? Mengembalikan kadar PH menjadi netral, dengan mengkonsumsi asupan pembentuk basa seperti buah dan sayuran sayuran segar, dan menghindari atau setidaknya meminimalkan asupan pembentuk asam.
Rumit?
Tidak juga, dasarnya hanya perlu memperhatikan padu padan asupan makanannya, cara mengkonsumsinya, dan waktu yang tepat untuk mongkonsumsinya. Semua dapat diterapkan dengan "sedikit memodifikasi" asupan dan kebiasaan makanan harian.
Sedikit reminder untuk pola dasar dari Food Combining;
1. Konsumsi air hangat dengan perasan jeruk nipis/lemon sesaat setelah bangun pagi dalam keadaan perut kosong. Sebagai tonik/penguat alami untuk si liver setelah semalam bekerja berat mencerna makanan.
2. 15mnt-1 jam kemudian Sarapan HANYA buah2an pagi hari hingga jelang siang, agar tidak membebani saluran cerna di fase "pembuangan". Seperti yang dicontohkan Rasul, memakan buah dalam keadaan perut kosong.
3. Makan siang dan malam bebas sepanjang pola makan dipatuhi. Pola makan yang benar secara food combining adl :
A. karbo/pati + sayuran segar (mentah)
B. Protein Nabati + karbo/pati
C. Protein hewani + hanya sayuran segar (mentah)
D. Menghindari mempertemukan Karbohidrat Pati dengan Protein Hewani. Pertemuan keduanya dalam satu waktu makan akan memberatkan saluran cerna dan akan menghasilkan PH tubuh asam.
4. Minum hanya air putih berkualitas 2.5-3 liter perhari, hindari minum berlebihan setelah makan.
Minum ber PH basa seperti air mineral diberi irisan lemon/jeruk nipis, juga termasuk KANGEN Water#bukan promosi --> ada yang seneng nih jualannya disebut
5. Kunyahan yang banyak; membantu meringankan dan mengoptimalkan kualitas asupan makanan. 40-70 kunyahan seperti Rasulullaah (dan itulah yang membuat kenyang bergizi).
Juga perlu dipahami sedikit mengenai SIKLUS harian tubuh manusia terkait pola makannya.
Pukul 04.00-12.00 : masa pembuangan (melalui kotoran, urine, keringat, napas) ekslusif hanya sarapan buah.
Pukul 12.00-20.00 : masa pencernaan
Pukul 20.00 - 04.00 : masa penyerapan (sel tubuh diperbaharui dan diperbaiki).
Apapun yang menjadi asupan harian akan menentukan kualitas kesehatan... termasuk berat badan, yang akan mencari titik berat idealnya secara otomatis...
Sedikit penjelasan, Raw Veggie (sayuran mentah) itu MENGIKAT racun2 yg terjebak dalam sel terdalam, di dalam tubuh kita. Selama ini kita ga keracunan sama racun2 itu (yg berasal dari makanan, polusi udara, make up, racun yang berasal dari pikiran, dsb), karena racun2 ini ga beredar di tubuh karena diikat sama lemak, dan air. Begitu racunnya dikeluarin (merembes lewat dinding usus, lalu keluar lewat BAB yang warnanya gelap, hijau gelap, coklat gelap, atau kehitaman), akhirnya lemak pun ikut luruh, air pun dikeluarin lewat urin (makanya kita cenderung gampang PIPIS), jadinya kita lama-lama KURUS dengan sendirinya. Begitcyu...
Sumber : buku "Food Combining" karya bu Andang Gunawan. Grup FB Food Combining Indonesia dan http://foodcombiningindonesia.co.id
Foto by pak Arnaldo Wenas dari grup FB Food Combining Indonesia.
Etapi ternyata di al Qur'an ada ayatnya tentang makanan mentah. Q.S. Al Baqarah : 61 : ... Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti : sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah.
Itu yg membuat AWET MUDA wink emotikon
Kenapa mentah? Krn penelitian Hiromi Shinya, seorang spesialis gastro-intestinal asal Jepang, yang dicerna oleh usus adalah enzim. Ketika sayuran terkena suhu 40derajat celcius, maka enzimnya hilang.
Semua bisa dimakan mentah kecuali daun singkong harus matang.

Lee Jong Suk and Park Shin Hye reported to have been dating for 4 months

apaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,,, mereka pacaran???
nih beritanya, aku copas dari Allkpop,
cekibrottt!!!

Media outlet Dispatch has unveiled their latest exclusive, which claims that Lee Jong Suk and Park Shin Hye, who showed amazing chemistry in 'Pinocchio', are actually dating in real life!

According to what Dispatch has discovered, the two hot actors got close during their drama filming and they continued to meet with each other even after finishing up the drama. How long have they been a couple? 4 months, according to the media outlet.
How do they know? They've been following the couple around for 3 months they say, and found out that the two have been enjoying dates domestically as well as abroad!

The two's overseas promotions would often overlap, making it convenient for the actors to enjoy meeting each other without the scrutinizing eyes of the public on them. The two occasions that stand out the most are their dates abroad in England and Hawaii! 

If you remember, the two shot that lovey dovey pictorial you see above in March for a recent issue of 'InStyle' in England, and Dispatch says they enjoyed dates together over there as well.

In April, the two were both in Hawaii. Park Shin Hye had gone on the trip with a close friend, but it turns out Lee Jong Suk had been there as well shooting a pictorial for 'Allure'. So they were able to once again date in secret without being obvious.

Within Korea, they were spotted enjoying car dates late at night with Lee Jong Suk picking her up and dropping her off at her home. Sometimes, Park Shin Hye would also drive herself to go see him as well.

For pictures of the two on these alleged car dates, you can check them out on Dispatch's article here.

If this is all true, we can't be any happier for the couple with that sizzling chemistry they've shown in their drama! What about you, do you like this pairing?
Stay tuned for any confirmation to come!

-

[Update] - While Lee Jong Suk and Park Shin Hye's side say they're checking to confirm the truth, Dispatch has gone ahead to also unveil a video footage from these late night car dates of the alleged couple! Take a look below.

Park Shin Hye's side has also initially denied the report saying "As far as we know, they're just close friends who hang out. However we still need to check with her. She's abroad right now so after we check with her we'll release an official statement later this afternoon." 

Lee Jong Suk's agency is currently keeping silent, stating that they will ask the actor first.

-

[Update 2] - Lee Jong Suk's side has revealed that they have checked with the actor and found that they are just friends. 

Wellmade Yedang told media outlets, "They only went abroad together for their photoshoot after their drama, they're not a couple. They were close friends even before they filmed 'Pinocchio' and are still good friends, so I think they were misunderstood. Lee Jong Suk didn't even know photos of them were taken. Many said that they looked good together while filming their drama so that's why it was probably perceived that way, but they are just close friends."

Park Shin Hye's side once again reiterated, "They're just good friends, not a couple."

percaya gak percaya, yang jelas aku gak rela,, lalu Sukkie Oppa di kemanain??HUAAA,,

Selasa, 28 April 2015

Letter to God

Tuhann,,,,,,,,,,,
aku mencoba merasakan hadirmu dalam setiap langkahku,,,,
betapapun beratnya ini, aku masih bertahan
karena apa?
karena aku tahu engkau selalu di samping orang - orang yang mengingatmu,,
aku menyukai kesendirian, karena di setiap kesendirian aku bisa merasakan hadirmu Tuhan,,
Tuhan ampuni aku,,,
aku hanya ingin mencuri perhatianmu Tuhan,,
ampuni aku yang belum menyadari perhatianMu Tuhan,,,,
Hanya saja,,,, kesendirian ini terkadang begitu menakutkan,,,
ketika aku jauh dariMu Tuhan,,
Tuhan,, terkadang aku tak mengerti maksud hati ini,,, namun niatku hanya ingin mencuri perhatianMu Tuhan,,,
Pernah aku berpikir untuk memperjalas keberadaanMu Tuhan,,,
ampuni aku yang angkuh dan sombong ini,,,
padahal segala akal dan pikiran Engkaulah yang memberikannya,,
Tuhan, gerakan - gerakan kewajiban ini berusaha aku lakukan, memang untuk mencuri PerhatianMu,  namun seketika kenyamanan kudapatkan dari gerakan ini,, walaupun sebagian besar makna bacaan belum aku mengerti,, Tuhan ampuni aku yang malas belajar,,,
belajar mengenai kepercayaan tentangMu,,,
ampuni aku yang hanya mengejar prestasi dunia saja,,,
ampuni aku yang selalu berbangga diri,,,
Tuhan,, sekian dulu suratku untukMu,,,,
aku sangat berharap wujud dari segala doa yang ku panjatkan setiap hari,,

Jumat, 24 April 2015

English Conversation

English Dialogue

1. Telephone

F: Frank     G: Gina

F :  Could I speak to John, please?
G : Who is calling, please?
F :  Franky Anthony
G :  Just hold the line. I'll see if he is in. Iam sorry to keep you waiting. He is'nt at the moment.                  Would You like to leave a message, or will you call back later?
F :  I'll call back later thanks. What time will be back?
G : I think he will be back at two
F :  Thank you. I'll try adain later.

cre: buku english conversation praktis dan lengkap oleh Tarmalia dan Irsa Utomo


Kamis, 22 Januari 2015

Aesop's Fable "Androcles"

             A slave named Androcles once escaped from his master and fled to the forest. As he was wandering about there he came upon a Lion lying down moaning and groaning. At first he turned to flee, but finding that the Lion did not pursue him, he turned back and went up to him. As he came near, the Lion put out his paw, which was all swollen and bleeding, and Androcles found that a huge
thorn had got into it, and was causing all the pain. He pulled out the thorn and bound up the paw of the Lion, who was soon able to rise and lick the hand of Androcles like a dog.
            Then the Lion took Androcles to his cave, and every day used to bring him meat from which to live. But shortly afterwards both Androcles and the Lion were captured, and the slave was sentenced to be thrown to the Lion, after the latter had been kept without food for several days. The Emperor and all his Court came to see the spectacle, and Androcles was led out into the middle of the arena. Soon the Lion was let loose from his den, and rushed bounding and roaring towards his victim. But as soon as he came near to Androcles he recognised his friend, and fawned upon him, and licked his hands like a friendly dog. 
            The Emperor, surprised at this, summoned Androcles to him, who told him the whole story.
Whereupon the slave was pardoned and freed, and the Lion let loose to his native forest. Gratitude is the sign of noble souls.

Rabu, 21 Januari 2015

PoinWeb "Jagonya Poin di Indonesia"

           Hai gais, kali ini aku mau ngasih info nih buat kalian. Yang lagi butuh pulsa, yang lagi pengin belanja, dan si capar ngebet banget di traktir makan di restaurant yang nguras kantong binggiiits. Jangan khawatir, kalian bisa mendapatkannya dengan gratis,,tiss,, tiss,,,
Mau tau caranya gimana gaiiis,,,,
Oke, simak alurnya di bawah ini,, Blekicot!!!




 
Ayo semua, buruan gabung di poin-web sekarang juga!
* Apa itu poin-web ?
poin-web adalah situs dimana kamu bisa kumpulin poin gratis dengan menyenangkan dan konten yang menarik.
Tukar poin yang terkumpul dengan hadiah gratis !

* Cara dapetin poin ?
Gampang kok! Kamu bisa dapet poin hanya dengan melakukan berbagai aktivitas seperti main game, lihat iklan, ikutan kuisioner, ikutan promo, dan masih banyak lagi!!

* Poin nya untuk apa ?
Tukar poin kamu dengan gratis voucher belanja, makanan, game online, tiket nonton bioskop dan masih banyak lagi!

* Voucher apa aja ?
Voucher belanja di  : Carrefour, zara, sogo, adidas dan lainnya
Voucher makanan     : KFC, Starbucks, BurgerKing, Domino Pizza, dan lainnya
Voucher game online : Indomog, Gudang voucher, dan lainnya
Pulsa gratis        : Telkomsel, Xl, Axis, Indosat dan lainnya

dan masih banyak lagiii!!!

* Gimana cara daftarnya ?
Cukup klik button dibawah ini dan dapatkan bonus 2.500 poin jika kamu melengkapi pendaftarannya.
Tunggu apa lagi, daftar sekarang juga dan jangan lupa ajak teman - teman kamu yaa~

   

Sekedar Fiktif - Episode 1 - Malaikat Tak Bersayap

               Seorang gadis remaja berjalan sendiri menelusuri jalanan di sebuah desa,, langkahnya terasa gontai dan tak terlihat semangat sedikitpun diwajahnya. Hai nak kenapa kau lesu, wajahmu membuat mendung di langit. Seru seorang kakek tua yang berpapasan dengannya. Gadis itu hanya memperlihatkan senyum yang terpaksa, seakan tersenyum adalah hal yang berat dilakukannya. Hujan sore itu turun begitu deras. Gadis itu berhenti di teras sebuah rumah sederhana. Rambut panjangnya yang lurus dan lebat menjadi basah karena di guyur hujan. Barang yang di bawanya pun tak kalah basah, sehingga ia harus mengeringkannya. Baru sebentar ia berhenti, ada segerombolan pemuda yang lewat . Mereka berhenti di depan teras rumah itu, entah apa yang akan meraka lakukan. Gadis itu berusaha tak memperdulikan.
 “hai cewe..kok sendiarian aja , mau ditemenin abang gak”.
 Berkata salah seorang diantara mereka dengan nada menggoda. Namun tak lama kemudian mereka pergi dengan tawa dan ledekan ledekan yang di tujukan untuk gadis itu. Langit masih gerimis, namun gadis itu mulai berjalan kembali. 
Akhirnya gadis itu sampai di tempat tujuannya, dan di sambut oleh sang ibu yang sudah lama menunggu. “operasinya bagaimana bu apakah berjalan lancar?bagaimana keadaan ayah bu?” tanyanya dengan mata berkaca2. 
“alhamdulillah ti operasi ayah berjalan lancar dan insyaalloh ayah bisa sembuh kembali”. Kemudian ibunya memeluk erat anak gadisnya itu. 
Ya namanya yati, remaja berumur 16 tahun, ayahnya sedang di operasi karena suatu penyakit.
“ kau kemana saja ti kau harusnya menemani ibu,..” 
“ maafkan aku bu, tadi aku hanya pulang untuk mengambil selimut dan baju ganti untuk ibu dan ayah, dan sebentar kerumah uwa untuk menengok adik”
“oh, baiklah,, setelah ini km makan dan hbis itu solat asar ya,, doakan ayahmu agar cepat sembuh, ibu akan ke bagian administrasi sebentar”
“ baik bu”
Kemudian dia bergegas untuk solat asar terlebih dahulu. Karena yati bersemangat untuk berdoa demi kesembuhan ayahnya. 
             Segala kenangan tentang dirinya  sewaktu kecil bergantian memenuhi pikirannya. Ketika ayah menggendongnya sepulang dari rumah nenek yang jaraknya mencapai beberapa kilo, dan ibu berjalan  mengiringi di belakang. Dan sesampainya di rumah, baju ayah basah karena terkena ompol. 
Hal itu seringkali menjadi perbincangan antara ayah dan ibu, hal kecil yang sedikit menghibur untuk mereka. Walau sebenarnya yati juga sebal ketika mereka mengungkit hal itu.
Mengingat betapa seringnya yati kecil di bawa ke dokter karena batuk yang tak kunjung sembuh.                    Bayi Yati yang baru lahir hanya memiliki berat 2500 gram, bayi yati yang sering sakit sakitn yang membuat kedua orang tuanya hampir putus asa mencari pengobatan untuk kesembuhan  yati, waktu berumur 2 tahun. Setiap malam ayah dan ibu bergantian terjaga untuk memeriksa yati. Ketika ayah nekat pergi walau langit sedang hujan lebat hanya untuk memetik getah pohon jarak, ayah tak tega melihat yati yang menangis kesakitan karena giginya mulai berlubang. 
              Ayah yang kadang memarahi yati kecil karena sembarangan beli jajan yang membuat yati sakit, naluri anak kecil ketika melihat makanan dengan warna – warna cerah membuat yati merengek  meminta di belikan jajan. Dan ibu dengan senang hati membelikannya, karena senang melihat yati begitu menyukai permen lolipop itu. Sepulang dari solat jumat ayah marah melihat yati memakan permen itu dan langsung membuangnya, yati kecil pun menangis menjadi jadi. Malamnya batuk yati tak kunjung berhenti, yang membuat ayah dan ibu sangat khawatir. Mereka langsung membawanya ke dokter tengah malam. Hmmm.. 
               Sebenarnya yati hanya mengingat ketika ayah memarahinya saja, dan cerita lain di ceritakan oleh ayah dan ibu ketika wkatu senggang mereka berkumpul di ruang tengah. Setelah yati di ceritakan mengenai hal itu dia mulai memahami betapa berat perjuangan mereka membesarkan yati yang sakit sakitan, namun mereka tak pernah mengeluh. Dan mengetahui kondisi ayahnya yang sudah renta dan skit – skitan, yati tak bisa berbuat apa – apa. Namun yati juga sangat takut kehilangan ayah yang sangat di sayanginya.  yati tak tahan, dia langsung menangis sampai sesenggukan di musola puskesmas. Itulah yang dipikirkannya sepanjang hari ini. Dia merasa hanya menjadi beban bagi kedua orang tuanya. Sampai saat ini yati merasa belum bisa membahagiakan mereka. Belum ada hal yang membuat mereka bisa melupakan kenangan buruk selama membesarkan Yati. Dan sekarang yati ingin sekali hanya memberikan kenengan yang baik  - baik saja untuk mereka. Dalam hati ia berdoa.  
               Orang tua tidak pernah menganggap anaknya sebagai beban, dalam kondisi apapun itu, orang tua akan ikhlas merawat anaknya dan mereka tak pernah megharapkan balasan apapun.Yati sudah paham tentang itu, tapi yati adalah anak yang dididik oleh kedua orang tuanya dengan baik dan diajarkan mengenai bagaimana cara balas budi, bagaiman sesama manusia harus saling berbagi. mulai hari itu Yati mulai bertekad, untuk memperioritaskan kebahagiaan orang tuanya diatas segala -galanya. 

Semua Tentang Kita



Yang ini yang ngangenin...


Senin, 15 Desember 2014

Remaja & HIV/AIDS

REMAJA PEDULI HIV & AIDS
Di era sekarang, ketika kebudayaan kita sudah tidak ada filter terhadap kebudayaan asing, gaya hidup yang semakin bebas, dan tidak terarah. Tentunya memberi dampak negatif bagi perkembangan moral dan karakter remaja di Indonesia. Kita lihat saja, trend berpacaran dari para remaja jaman ini, anak seusia SD pun sudah tau apa itu pacaran. Jika memposisikan diri kita sebagai orang tua, kepolosan mereka membuat kita khawatir bahkan menjadi over protektif. Kekhawatiran tersebut wajar adanya, karena pacaran akan berujung pada seks bebas. Seks bebas adalah suatu hal yang merugikan bahkan di dalam agama pun sudah jelas di larang. Sebagian besar remaja kita masih belum sadar bahwa pacaran itu identik dengan nafsu yang akan membawa mereka pada perbuatan zina yaitu seks bebas. Salah satu dampak negatif yang paling menakutkan dari seks bebas adalah tertularnya penyakit HIV/AIDS.
Acquired Immune Deficiency Syndrome  atau sering di singkat dengan  AIDS adalah sekumpulan gejala (sindrom) dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Di kalangan masyarakat Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit kutukan. Stigma ini muncul karena masyarakat menganggap bahwa penyakit ini adalah mematikan dan sangat menular . Sehingga membuat ODHA(orang dengan HIV/AIDS)  di kucilkan, di asingkan, dan di hindari. Hal itu menyebabkan ODHA merasa takut dan tidak berani untuk melakukan pemeriksaan lebih dini mengenai gejala yang di alami, akhirnya penderita HIV/AIDS pun sulit terdeteksi.
Semakin banyaknya orang yang  tertular HIV/AIDS, salah satu sebabnya adalah pemahaman masyarakat yang kurang mengenai cara penyebaran virus tersebut. Dari pernyaataan sejumlah remaja yang dimintai tangapannya soal HIV/AIDS, beberapa menyebutkan bahwa HIV/AIDS bisa menyebar lewat cairan tubuh seperti keringat, air liur, atau berbagi pakai barang dengan penderita. Pemahaman ini jelas keliru, karena penyebaran HIV/AIDS tidak semudah itu. HIV tidak dapat bertahan di luar tubuh manusia dan tidak dapat ditularkan melalui udara atau pun makanan. Penularan lewat air liur pun berlaku dalam jumlah tertentu, yaitu sekitar 1.500 liter. Sebenarnya, virus HIV itu tidak mudah menular. Berbeda dengan virus influenza atau virus lain yang dengan mudah menular dari satu penderita kepada orang lain. Ini karena virus HIV/AIDS bersarang pada sel darah putih tertentu yang disebut sel T4.                                                                                            
Di seluruh dunia setengah dari semua infeksi HIV/AIDS dialami remaja berusia 15-24 tahun. Angka ini menunjukan bahwa ramaja pada usia tersebut rentan terhadap perilaku – perilaku yang menyababkan tertularnya HIV/AIDS, seperti seks bebas, pemakaian obat - obatan terlarang dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Apalagi bagi remaja yang termarjinalkan, seperti anak jalanan, pengungsi, dan migran mereka akan sangat rentan untuk terinfeksi virus HIV, terlebih jika  mereka jauh dari pelayanan kesehatan yang seharusnya didapatkan.
Pencegahan dan proteksi terhadap remaja perlu di tingkatkan, seiring dengan perkembangan gaya hidup liberal di era globalisasi. Namun, sepertinya di Indonesia masalah tersebut belum menjadi perhatian utama. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen.
Dari data tersebut menggambarkan tentang bagaimana pandangan remaja terhadap seks bebas yang menyebabkan tertularnya virus HIV/AIDS. Minimnya sosialisasi dan pengetahuan mengenai risiko seks bebas, yang membuat mereka tidak jera untuk melakukan perilaku menyimpang tersebut. Mereka menganggap hanya dengan menggunakan kondom bisa mencegah penularan virus HIV.Padahal Penelitian menunjukkan, bahwa kondom terbukti tidak mampu mencegah penularan HIV karena pori kondom ternyata berukuran 700 kali lebih besar dibandingkan ukuran HIV-1 dan ternyata kondom sensitif terhadap suhu panas dan dingin, sehingga 36-38% sebenarnya tidak dapat digunakan. Dengan demikian, wajar jika alih-alih mnyelamatkan generasi dari bahaya HIV, kondomisasi justru mendorong remaja berseks bebas dan mempercepat penyebaran HIV/AIDS hingga 13-27% lebih (Weller S, Davis K, 2004). Hal itu membuktikan bahwa pengetahuan kalangan remaja mengenai penularan virus HIV/AIDS sangat kurang.

Selain itu virus HIV/AIDS yang ditularkan melalui jarum suntik dalam pemakaian obat – obatan terlarang juga menjadi faktor yang paling besar dalam hal ini. Remaja yang memakai obat – obatan terlarang seperti narkoba dan sabu- sabu, sebagian besar tidak mengetahui dampak negatif dari hal ini. Mereka hanya akan sadar ketika baru mengetahui dirinya tertular virus HIV/AIDS. Jarum suntik yang tidak steril tentunya tidak hanya dalam pemakaian obat terlarang saja. Ketika melakukan transfusi darah kemungkinan besar akan tertular jika jarum sudah di gunakan oleh ODHA dan tidak diganti dengan jarum yang steril.

Remaja sebagai generasi muda penerus bangsa, tentunya memiliki peranan yang sangat penting dalam  pencegahan dan penanggulangan virus HIV/AIDS. Pengetahuan mengenai risiko - risiko perilaku menyimpang yang akan menyebabkan penularan virus HIV/AIDS perlu di sosialisasikan sejak dini, dengan cara yang menarik tentunya sehingga pasannya tersampaikan. Dalam melakukan sosialisasi  mengenai virus HIV/AIDS, remaja dengan menggunakan gaya bahasanya sendiri, akan lebih mudah menyampaikan informasi kepada teman sebayanya. Dengan menggunakan teknik bertukar pendapat, sesuai pandangan mereka masing – masing. Sehingga mereka lebih serius menanggapinya, di bandingkan dengan sosialisasi yang selama ini hanya menggunakan slogan – slogan semata.

Perilaku menyimpang akibat pergaulan bebas, tentunya tidak akan di lakukan jika remaja memiliki banyak kegiatan positif. Di sekolah menengah misalnya, dengan adanya organisasi sekolah, dan kegiatan ekstrakulikuler, diharapakan mampu mencegah remaja untuk melakukan perilaku menyimpang seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Remaja juga bisa membuat perkumpulan, atau organisasi di luar sekolah yang bermanfaat, hal itu juga bisa di sisipi dengan diskusi mengenai penyebaran virus HIV/AIDS, sehingga pengetahuan menjadi bertambah.

Biasanya pergaulan bebas terjadi karena pengaruh teman sebaya, jadi  sebagai remaja kita harus pintar dalam memilih teman. Jangan sampai terjerumus narkoba dan perilaku seks bebas hanya karena ikut – ikutan teman. Dari hal ini terlihat bahwa remaja yang sangat rentan terhadap perilaku menyimpang, karena mereka sedang dalam masa pencarian jati diri. Ketika sadar bahwa banyak sekali dampak negatif dari seks bebas maupun pemakaian obat terlarang, kita harus segera mengingatkan teman – teman kita yang akan terjerumus pada hal tersebut.

Perlu di perhatikan juga, bahwa pendeteksian dini terhadap gejala – gejala suatu penyakit juga sangat penting di lakukan, untuk mencegah penyebaran dan penularan apabila benar –benar terserang virus HIV/AIDS. Ketika seseorang sudah mengetahui dirinya sebagai ODHA, harus segera melakukan pengobatan karena virus ini adalah merusak sistem imun tubuh sehingga sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit. Jadi sebenarnya bukan ODHA yang menularkan penyakitnya dengan mudah, namun ODHA yang akan mudah tertular oleh penyakit dari orang – orang di sekitarnya. Peran serta keluarga dan teman – teman terdekat juga sangat penting, untuk memberi dukungan dan semangat hidup. Sehingga ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) bersemangat dalam melakukan pengobatan dan tidak merasa terkucilkan di masyarakat.



Senin, 23 Juni 2014

Refleksi: Jokowi Tidak Layak Jadi Presiden

Kemarin aku nemuin artikel ini lewat akun facebook, pertama baca judulnya aku gak tertarik sama sekali. ehhh entah siapa yang mengarahkan jari telunjukku untuk mengklik link itu,, dan web itu pun terbuka. jreng,,,jreng,,,, baca sendiri artikelnya di bawah ini,,, agar link - linknya bisa di buka,, coba ke website ini,, 
sumber : http://www.raharjo.org/kang-jokowi-tidak-layak-jadi-presiden.html#comment-1073

Ini adalah percakapan dua insan manusia, Panjul dan saya. Panjul adalah teman saya sejak kecil. Meskipun umurnya sedikit lebih muda dari saya, kami sering main bersama, mandi di sungai Cimanuk atau berburu burung hanya untuk mencari kesenangan. Maklum saat itu jarang ‘hiburan’ dan permainan. Yang punya televisi sekampung paling cuma satu dua orang, hitam putih pula. Namun sejarah memisahkan kami ketika saya memilih sekolah di sebuah sekolah kejuruan, sedangkan dia di sekolah umum. Perpisahan pun berlanjut ketika dia melanjutkan kuliah ke sebuah perguruan tinggi, sedangkan saya harus bekerja.
‘Pertemuan’ antara kami terjadi seiring hiruk pikuk pemilihan presiden tahun ini (2014) dimana calon yang ada adalah Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Namun rupanya pilihan kami berbeda. Latar belakang, suasana kebatinan dan pilihan politik masing-masing menghasilkan pilihan yang berbeda. Dia lebih memilih nomor 1, sedangkan saya memilih nomor 2. Hal ini pun semakin diperjelas dari status, share, dan like yang dia lakukan di akun facebook miliknya. Sebenarnya saya tidak pernah sekali pun meladeni aktivitas dia di facebook yang berkaitan dengan Pilpres. Namun semakin hari menurut saya apa yang dia share dan like lebih mengarah ke ghibah, sumir, bahkan fitnah. “Awas lho nJul, kalau ketemu tak ladeni kamu”, pikirku.
Saat pulang kampung saya berkesempatan bertemu dengannya. Di awal pertemuan kembali antara kami tidak terjadi percakapan yang serius, sekedar berbagi pengalaman masing-masing. Tadi malam malah kita ngobrol bersama perihal Reuni. Namun hari ini sepulang dari warung jalan kaki menuju rumah, saya mendapati dia sedang asyik duduk di pos kamling sambil asyik mainin HP miliknya. “Mmmh, sepertinya dia sedang asyik bersosial-media”, pikir saya. Saya hampiri dia sembari menyapa.
“Assalamu’alaikum nJul! Kumaha damang?” tegur saya sambil menyodorkan jabat tangan.
“Wa’alaikum salam Kang. Alhamdulillah sae” jawabnya sembari menjabat tangan saya dan melihat saya dari atas-bawah. “Bagaimana rencana reunian yang kita bicarakan tadi malam”, tanyanya kepada saya.
“Masih nunggu respon teman-teman yang lain” jawab saya. “Kamu mesti lagi fesbukan ya?”
“Iya kang. ‘Kan kita harus aktif menyampaikan kebenaran”, ujarnya dengan semangat.
Wah ini mesti arahnya ke Pilpres. Niatan untuk langsung menuju rumah pun saya urungkan. Ini mungkin kesempatan saya meladeni si Panjul.
“Wah kebetulan nih nJul. Bagaimana kalau kita diskusi masalah Pilpres. Kamu kan sudah memantapkan pilihan untuk nomor 1″ ajak saya sembari duduk di samping Panjul. Pos kamling ini terlihat sudah sangat tua dibandingkan dengan saat dulu saya dan Panjul kecil sering bermain di dalamnya.
“Ayo kang. Saya sangat senang berdiskusi. Saya mantap pilih nomor 1. Akang juga kan?”, ujar Panjul sambil memasukan HP nya ke saku.
Rupanya dia belum tahu pilihan saya. Maklum, saya tidak pernah posting apa pun terkait Pilpres. Apalagi share dan like link-link yang berkaitan dengan pilihan saya. Tadi malam saya update profile “I stand on the right side“. Namun sepertinya dia belum menyadari hal tersebut.
“Sebenarnya nomor 1 itu baik nJul, tapi saya lebih memilih nomor 2″ ujar saya sedikit berdiplomasi. Muka saya anggukan menunjukan ke gambar Jokowi-JK yang menempel di dinding pos kamling di sisi sebelah Panjul duduk.
Nampak air muka Panjul sedikit menggambarkan kekecewaan. “Kenapa kang? ‘kan sebagai seorang muslim kita wajib memilih nomor 1. Ada bahkan ulama yang mengharamkan memilih nomor 2 lho kang”
“Ya itu lah nJul, kita sering berpegangan kepada aturan yang sama, dalil yang sama, tetapi hasil akhir sering kali berbeda”, timpal saya. “Ayo kita bahas saja point-point nya saja. Bagaimana kalau kamu yang mulai menjelaskan kepada saya kenapa memilih nomor 1″, tantang saya.
“Sebenarnya nomor 1 dan nomor 2 itu tidak ada yang ideal ya kang”, ujarnya memulai diskusi. “Tapi karena harus memilih di antara dua, ya saya pilih nomor 1″
“Sama dengan saya nJul. Jadi di point ini kita sepakat ya”, timpal saya.
“Saya pilih Prabowo karena Jokowi tidak layak jadi Presiden Kang. Pertama, Jokowi itu tidak amanah. Dia melanggar sumpah jabatan. Belum menyelesaikan jabatan di Solo sudah jadi Gubernur. Terus belum selesai Gubernur sudah nyapres. Kalau sudah jadi Presiden apa nanti dia akan nyalon jadi sekjen PBB gitu? Ini kan tidak benar. Bahaya Kang kalau pemimpin seperti dia.”
“Masak sih?” kata saya sambil nyengir. “Yang bawa Jokowi ke Jakarta siapa? Prabowo kan? Seharusnya kan kamu pertanyakan juga sikap Prabowo”
Panjul diam seperti sedang berpikir untuk menyikapi pernyataan saya.
“Prabowo jelas melanggar sumpah ‘jabatan’ makanya PRABOWO DIBERHENTIKAN DARI MILITER. Kalau kamu pertanyakan sikap Jokowi yang terus promosi, bagaimana dengan Hatta Rajasa yang belum selesai menjabat menteri sudah nyawapres? Jika kamu tidak pilih nomor 2 karena Jokowi tidak amanah, maka kamu juga jangan pilih Nomor 1″ tambah saya lagi.
“Kamu partisan partai apa?” saya beranikan diri bertanya pilihan partai Panjul
“Pojok kanan atas kang” jawab Panjul
“Oh sama dengan saya. Pemilu 2009 saya partisan itu”, tambah saya. “Nah kamu tahu tidak partai tersebut mencalonkan 3 orang; 1 orang ketum parpol, 1 anggota DPR, 1 gubernur?” tanya saya
Panjul menimpali “Tahu Kang, kan yang Gubernur itu Gubernur kita sekarang ya?”
“Terus apa kamu mau bilang CAPRES KITA juga tidak amanah? Di sini kita harus adil. Kalau kamu permasalahkan Jokowi, maka kamu harus juga permasalahkan HATTAAHER, HNW, danORANG-ORANG LAINNYA YANG TIDAK AMANAH“.
“Ya sudah, sekarang kita ke point berikutnya Kang. Jokowi itu masalahnya bukan sekedar tidak amanah, tapi Jokowi ingkar janji. Hatta dan yang dicapreskan dari partai saya tidak pernah berjanji untuk terus menjabat Kang” lanjut Panjul.
“Di mana kamu tahu janji Jokowi untuk jadi Gubernur 5 tahun?” tanya saya.
“Di sini kang  LINK
“Janjinya apa?” tanya saya lagi
“Jokowi dan Basuki komit untuk memperbaiki DKI Jakarta dalam lima tahun ini” jawab Panjul.
“Kalau saya bilang begini, Jokowi jadi presiden tapi tetap komit memperbaiki DKI Jakarta, apakah itu melanggar janji?”
“Ya iya atuh Kang!” kata Panjul.
“Yang dia janjikan kan komitmen 5 tahun, bukan Gubernur 5 tahun” timpal saya.
“Ya sama saja Kang. Dia kan juga nyebut gak mikir copras-capres, fokus ngurus rusun, MRT, jeung sajabana”
“Itulah perlunya Khusnudzon atas pernyataan orang. Secara tekstual kata dan kalimat tidak ada yang salah dengan ucapan Jokowi. Dia tidak berjanji jadi Gubernur 5 tahun kok. Kita tahu kokJOKOWI TIDAK KOMIT JADI GUBERNUR 5 TAHUN, meskipun dia komit untuk membangun Jakarta. Masalah copras-capres gak mikir, mungkin saat itu dia tidak tahu apa bisa nyapres apa tidak. Kan tergantung partainya juga”, ujar saya.
“Bagaimana dengan fakta bahwa Jokowi itu antek asing, aseng dan yahudi. Ada agenda asing dibalik Jokowi Kang. Saya ngeri membayangkan jika Jokowi jadi Presiden. Bisa-bisa Amrik akan lebih menguasai sumberdaya kita”. Panjul melontarkan point berikutnya.
“Fakta!?”
“Iya kang, dia kan sebelum nyapres sudah SOWAN KE DUBES-DUBES ASING
“Sepertinya kamu harus bisa membedakan fakta dan persepsi atau opini nJul” kata saya. “Jokowi bertemu dubes adalah fakta, sedangkan Jokowi antek asing adalah persepsi yang tergantung hasrat kita masing-masing.”
“Dulu waktu jadi Presiden, Megawati menjual aset-aset negara Kang. Megawati sudah menjual negara kita lho Kang”, ujar Panjul bersemangat.
“Mau tidak saya kaitkan Prabowo dengan lumpur lapindo, kasus impor sapi, atau korupsi haji?”, tanya saya
“Apa hubungannya Kang? Lumpur itu kasusnya ARB, impor sapi itu urusan mantan ketum Partai saya, korupsi haji itu kasus partai hijau. Gak ada hubungannya dengan Prabowo”, ujar Panjul
“Ya sudah, itu jawabannya. Yang dilakukan ketum partai pendukung itu urusan mereka masing-masing. Yang dilakukan megawati itu juga urusan dia, bukan urusan Jokowi. Dia sudah mencoba memberikan solusi untuk buyback aset2 yang terlanjur terjual kok”, balas saya. “Lagi pula kamu pakai standar ganda gitu. Kemarin kamu dukung Sri Mulyani. Katamu kebijakan tidak bisa dipidana, apalagi situasi dan kondisi memang mengharuskan Sri Mulyani melakukan bailout Bank Century. Terus saat Megawati terpaksa menjual aset karena situasi negara sedang perlu modal, kamu terus menghujat dia. Meskipun target hujatan adalah Jokowi toh”. Bukan kah itu semua atas persetujaun DPR/MPR.
“Tapi kalau Prabowo kan sangat anti asing Kang” Panjul berusaha menambah argumen
“Sudah nonton VIDEO yang menyatakan Prabowo pro Amrik? Di situ jelas-jelas disebut bahwa Amerika akan mendapatkan HAK-HAK KHUSUS jika Prabowo dan Gerindra menang” jelas saya lagi. “Bagi saya tidak masalah Prabowo berusaha mendapat dukungan asing sebagaimana tidak masalah juga Jokowi melakukan hal yang sama. Namun jika menurutmu itu masalah, silakan permasalahkan keduanya. Jangan cuma Jokowi yang dipermasalahkan” imbuh saya.
“Kalau Jokowi antek aseng bagaimana Kang?” timpal Panjul. “Dia itu antek aseng yang Katolik dan Protestan. Ada bukti dia itu ditunggangi oleh mereka”
“Mana buktinya” tanya saya
“Di LINK ini kang”
“Kamu jangan langsung percaya suatu berita. Tidak ada satu orang pun yang selalu benar dan selalu salah. Kita harus kritis terhadap kabar dari mana pun dan jangan langsung percaya. Cari berita pembanding sebanyak-banyaknya. Siapa tahu ada agenda politik di balik si penulis atau media yang bersangkutan. Kalau saya balikan bagaimana? Kamu tahu ‘kan konglomerat pendukung Prabowo adalah adiknya, Hashim Djojohadikusumo? Baca dulu tentang adiknya LINK1 dan LINK2. Apa boleh saya sebut Prabowo juga antek Kristen? Tidak boleh dong. Begitu pun dengan Jokowi”
“Ada lho kang bukti fotonya Jokowi itu juga antek James Riyadi di SINISINI dan SINI” ujar Panjul
“Memang siapa yang tidak boleh berfoto dengan James Riyadi? Di SINI banyak orang berfoto dengan James Riyadi tapi gak kita ributkan. Kabar yang sepotong jangan lantas jadi kesimpulan”
“Tapi kan yang lebih parah ada Yahudi di balik Jokowi Kang “, balas Panjul.
“nJul, kamu jangan selalu menarik ujung semua masalah umat ke Yahudi. Jika pos kamling ini roboh akan kau salahkan Yahudi juga? Lebih mudah menarik garis dari Prabowo ke Yahudi dari pada Jokowi. Ibunya Prabowo adalah keturunan Jerman-Manado. Kok bisa saat dulu itu ada keturunan Jerman di Manado, biasanya kan keturunan Belanda? Kalau pikiran konspirasi mu bermanin, tentu kamu akan langsung menghubungkan Ibunya Prabowo dengan YAHUDI DI INDONESIA. Mudah sekali. Tapi kita dilarang melakukan itu. Semua informasi yang tidak pasti itu adalah kabar dari orang fasik, yang dilarang untuk dipercaya apalagi disebar luaskan” jelas saya.
Panjul sedikit diam. Mungkin sedang mencoba mencerna penjelasan saya atau mencoba menggali isu baru.
“Kamu tentu tahu isu bahwa orang tua Jokowi adalah Cina? Percaya tidak kamu muka ndeso kayak gitu bapaknya cina? Lihat tuh mukanya HASHIM yang oriental. Mengapa tidak kamu cari informasi apakah dia keturunan cina apa bukan terus kaitkan dengan Prabowo. Bagi saya nJul, jangan lah kita mencari-cari Prabowo atau Jokowi itu keturunan cina atau apa pun leluhurnya. Kita tidak boleh rasis. Yang penting mereka seiman ya sudah” papar saya lagi.
“Ada lagi nih Kang. Jokowi itu kan Islam nya gak jelas. Wudhu saja gak tahu. Bacaan Shalatnya saja gak jelas gitu Kang?” tambah Panjul.
“Terus kamu kenapa tidak pernah cari tahu KEISLAMAN PRABOWO? Tidak ada referensi sejarah dia lekat dengan Islam. IBUNYA PRABOWO KRISTENADIK PRABOWO KRISTEN. Kok kamu menutup mata akan hal itu dan malah mencari-cari masalah keIslaman Jokowi? Bagi saya, ini persepsi saya, keIslaman Jokowi dan Prabowo itu sebanding jadi tidak bisa dijadikan point keputusan memilih. Dua-duanya dari partai nasionalis, orang nasionalis, tidak dekat dengan Islam. Sekarang-sekarang saja mereka terlihat agamis”.
Saya pun mencoba melanjutkan “Jokowi adalah muslim, maka dia adalah saudara kita. Saya kasihan sekali dengan Jokowi. Sampai2 dia harus membagi foto-foto shalat dan naik haji untuk menangkis isu-isu tersebut. Setelah dia membagi foto untuk mematahkan isu, terus kita sebut dia riya, pamer. Padahal kalau Jokowi mau riya, tentu harusnya foto-foto tersebut dikeluarkan dulu-dulu saat nyalon Gubernur dituding IBU JOKOWI KRISTEN oleh Rhoma Irama. Padahal kamu tahu jika seseorang menuduh saudaranya seiman kafir padahal tidak, maka kekafiran itu akan berbalik kepada dirinya”, jawab saya.
“Ya tapi itu kubunya Jokowi kan keterlaluan mempermainkan agama Kang. Masak nantang baca Quran segala”
“Lah itu salah kamu dan orang-orang yang terus menyerang keIslaman Jokowi. Dibalikin begitu saja langsung kita hujat padahal asal mula hujatan adalah dari siapa juga. Lha sekarang mana isu agamanya Jokowi kok hilang begitu saja kan? Apa mau dibilang Prabowo memang gak bisa ngaji jadi keislamannya meragukan? Kita tidak boleh seperti itu terhadap keduanya”
“Kalau ini gimana Kang, Jokowi kan produk pencitraan sejati. Dia adalah produk dari pencitraan. Jadi Gubernur dompleng mobnas esemka. Jadi Gubernur ke mana-mana bawa media yang notabene dikuasai kaum kafir dan asing” ujar Panjul.
“Benar kah demikian?” tanya saya kepada Panjul.
“Bener kang. Coba lihat berita-berita saat dia baru jadi Gubernur. Kemana-mana bawa wartawan. Ini sebenarnya produk yang sengaja dibuat. Ada grand design di belakang Jokowi. Coba baca diLINK ini Kang”
“nJul… nJul. Sepertinya kamu sudah mempercayai kabar dari orang fasik. Kalau kamu ikut menyebarkan dengan like atau share di facebook berarti juga kena penyakit hati”.
Saya melanjutkan, “Saya tidak percaya Jokowi pencitraan seperti yang orang INI sebutkan. Jokowi tidak punya media. Media mainstream yang punya siapa? TVOne dan VivaNews punya bakrie yang pro Prabowo, Trans dan Detik punya Chairul Tanjung teman dekatnya Hatta, Media Indonesia dan MetroTV punya Surya Paloh yang baru kemarin saja dukung Jokowi, Sindonews dan RCTI/MNC Group punya Hary Tanoe. Kalau saya melihat, salah wartawan sendiri kemana-mana ikut Jokowi. Tapi kalau kamu termakan kabar dari itu ya itu salahmu sendiri”.
Saya pun coba sedikit membalikan, “Terus Prabowo beriklan selama 6 tahun untuk jadi presiden itu bukan pencitraan? Jelas-jelas dia bayar media demi citra dirinya itu gitu. Terus masalahPEMBEBASAN WILFRIDA, apakah Prabowo bukan pencitraan menurutmu? Bagi saya Jokowi dan Prabowo tidak melakukan pencitraan. Kita saja yang terlalu suudzon terhadap salah satu atau keduanya. Kalau kamu permasalahkan pencitraan Jokowi, maka permasalahkan juga dong Prabowo”
“OK Kang, kita lewati point tersebut. Sekarang kita lihat, di belakang Jokowi ada Yahudi dan Syi’ah lho kang. Saya khawatir kepentingan non Muslim akan diprioritaskan. TerlebihJASMEV sudah menyebutkan bahwa jika Jokowi berkuasa, ISLAM TIDAK AKAN DIBERI RUANG“.
“nJul, tidak perlu ke Yahudi lagi ah. ‘Kan sudah saya sebutkan bahwa Prabowo lebih mudah ditarik-tarik ke Yahudi, baik melalui keturunannya maupun rekan KONGLOMERATNYA, ataupun KADERNYA. Tapi kan itu semua kabar fasik. Saya tidak yakin ada Yahudi di belakang Prabowo. Kita harus teliti dulu berita-berita seperti itu, baik tudingan ke kubu Prabowo maupun Jokowi” ujar saya.
“Terus yang SYI’AH DI BELAKANG JOKOWI gimana Kang?”
“Kamu sudah mulai pakai bahasa propaganda itu nJul. Saya yakin Jokkowi tidak tahu menahu kalau orang-orang Syi’ah mendukung dia. Saya baca di koran bahwa Jemaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) mendukung Jokowi. Terus jika IJABI dukung Prabowo, apakah Prabowo akan menolak? Tentu tidak. Prabowo jelas-jelas pejuang bhineka tunggal ika dan buktinya PRABOWO SANGAT MENDUKUNG AHOK sebagai pemimpin di Jakarta. PRABOWO akan melindungi Syi’ah dan Ahmadiyah kok. Keduanya, Prabowo dan Jokowi tidak akan menolak siapa pun yang mendukung, apakah katolik, protestan, budha, hindu, syi’ah atau ahmadiyah. Respon Jokowi dan Prabowo itu sama dalam isu ini. Apakah boleh kita mengkampanyekan ada agenda kristen di balik Prabowo karena Hashim adalah juga dedengkot kristen? Tentu tidak bisa. Begitu pun dengan Jokowi”
Sejenak saya diam dan menarik nafas sebelum melanjutkan. “Mengenai Jasmev, menurut saya itu adalah fitnah. Boleh kita membenci Jasmev, tapi kita tetap harus berlaku adil terhadap mereka. Saya tidak suka Jasmev karena profil komandan dan penggiatnya. Tapi tidak lantas kita boleh berbuat tidak adil terhadap mereka. Akun jasmev yang benar bukan @JasmevNew2014, melainkan @Jasmev2014. Apa boleh kita memfitnah orang lain karena dia tidak segolongan dengan kita? Siapa pun yang telah melakukan itu, maka dia telah melakukan fitnah yang sangat keji terhadap Jasmev.”
“Tapi saya masih tetap ragu dengan Jokowi Kang. Bagaimana dengan ‘Jokowi adalah boneka partai‘ Kang? Saya tidak ingin dipimpin oleh Presiden Boneka” taya Panjul.
“Dari mana kamu dapat istilah tidak patut seperti itu? Bukankah kita diajarkan berbuat baik dan berlaku adil meskipun kepada orang yang kita benci?” saya tidak kuasa menahan ketidaksukaan saya terhadap ucapan Panjul.
Oh, pantes capres mu saja tidak bisa menjaga ucapannya. Pendukungnya pun ikut-ikutan sepertiINI dan INI, gumam saya dalam hati.
“Kamu mau tidak kalau saya sebut Prabowo boneka PAN, PKS, PPP dan Golkar. Tanpa partai-partai tersebut Prabowo gagal nyapres lho. Prabowo tersandera kepentingan partai-partai tersebut. Kalau ditarik2 pakai caramu, itu artinya dia capres boneka. Ini ada omongan orang yang pro Jokowi tentang CAPRES BONEKA. Ini bukan pendapat saya, cuma sebagai pembanding buatmu saja. Terus apa kamu masih ingat tiga orang yang dicalonkan dari partai kanan atas itu? Apakah mereka capres boneka? Mereka hanya menyanggupi amanah untuk dicalonkan oleh partai. Mau kamu menyebut mereka Capres Boneka juga?”, kilah saya. “Kamu pilih Nomor 1 karena partaimu mengarahkan mu ke situ kan? Kamu boneka, boneka partai ha..ha..”
Panjul pun turut tertawa tapi agak kurang lepas mungkin juga sekaligus mikir bagaimana membantah bahwa dia bukan boneka partai.
“Tapi Jokowi selain boneka partai juga boneka mega. Lihat nih kang, Jokowi SUNGKEM KE MEGA” Panjul menambahkan.
“Begitu saja kok dipermasalahkan nJul. Meskipun saya pribadi tidak setuju dia melakukan itu, khusnudzon saja lah. Mungkin Mega sudah dianggap kakak sendiri. Bukan berarti dia itu boneka nya Mega. Daripada Prabowo SUNGKEM KE KUBURAN Pak Harto“, balas saya.
Kali ini Panjul tertawa lepas.
“Saya yakin kalau Jokowi yang melakukan itu maka media propaganda lawan jokowi akan menyoroti sangat luar biasa. Jokowi ziarah ke makan Soekarno, dikatakan Syirik. Saya juga tidak setuju Prabowo sungkem ke kuburan mantan mertua seperti minta izin untuk nyapres gitu. Namun kalau kita husnudzon saja, mungkin Prabowo sungkem kuburan Pak Harto mungkin menghargai mantan mertua. Jika prasangka kita ke Prabowo positive saja, ya mari kita juga berprasangka positif ke Jokowi masalah sungkem dan boneka ini”.
Sesaat pos kamling menjadi sepi karena saya dan Panjul sama-sama terdiam. Sesekali suara motor dan mobil yang lalu lalang di depan pos saja yang terdengar. Kaki Panjul sesekali digunakan menendang kerikil yang menghampar di depan pos kamling. Tidak lama Panjul memecah kesunyian.
“Maaf nih Kang, sepertinya akang anti sama media-media yang sering mengkritisi Jokowi. Padahal kritik itu kan penting Kang. Terus media-media tersebut kan media Islam?”, tanya Panjul.
Saya menengok ke arah Panjul sesaat. “Banyak media yang mengaku mengatasnamakan Islam tapi menggunakan cara-cara tidak islam dalam pemberitaan politik. Media-media tersebut sangat membantu kita saat membagi informasi masalah keimanan, ibadah, beramal baik dan sebagainya. Namun jika sudah membahas politik, banyak kemungkinan penulis dan atau medianya tidak netral dan cenderung menjadi media propaganda, menjadikan dugaan sebagai fakta, kemungkinan sebagai kenyataan, keinginan sebagai kebenaran. Kabar-kabar dari orang fasik  dan bahkan fitnah sering dijadikan alat perjuangan mereka. Media-media seperti itu sering disisipi tulisan propaganda”.
Panjul mengernyitkan dahi. Mungkin tidak percaya saya sampai berpendapat begitu.
“Cirinya mudah saja mengenali media sudah dijadikan alat propaganda. Pertama mereka tidak berlaku adil terhadap lawan, padahal kita diharuskan berlaku adil bahkan terhadap orang yang kita benci. Kedua, arah pemberitaan seragam dan bisa berubah sesuai situasi politik. Mereka menjelekan si A dan memuji si B secara masiv, dengan berbagai media agar terlihat random padahal orang2nya sama. Namun jika arah politik berubah, media tersebu bisa berbalik memuji si A. Ketiga, media-media tersebut berisi informasi yang sumir, tidak terkonfirmasi kebenarannya dan lebih banyak berisi kesimpulan yang dipaksakan sesuai hawa nafsu mereka saja. Terkadang informasi yang dimuat seperti sinetron, si penulis bisa menuturkan suatu persoalan seperti dia mengetahui dengan jelas dan menjadi saksi peristiwa”, lanjut saya.
“Nih saya beri contoh sederhana  bagaimana media telah berlaku tidak adil. Coba lihat gambarINI. Harusnya kita menangis, bukannya tertawa melihat gambar itu. Media tsb sudah berlaku tidak adil. Orang-orang yang ikut menyebarkannya juga telah berlaku tidak adail, padahal saya yakin mereka tahu itu dilarang dalam Islam. Itu gambar diambil pada masa yang berbeda. Padahal kamu tahu sendiri kondisi fisik prabowo saat ini tidak seperti itu lagi bukan? Selain itu,  sengaja dipilih foto saat Jokowi mati gaya. Jangan lah kita memanipulasi. Jangan kita memperolok-olok orang lain karena orang lain tersebut belum tentu lebih baik dari kita. Gambar ini lebih adil menurut saya INI atau INI“, papar saya
Panjul masih terdiam. Saya lihat dia masih tidak yakin atas apa yang saya sampaikan.
“Mau contoh yang lain. Coba baca berita berikut INI. Terlepas dari media di belakangnya, yang jelas posting berita tersebut tidak mengikuti kaidah-kaidah islam. Kita harus melihat berita per berita. Tidak bisa kita generalisir satu media isinya benar semua atau salah semua. Meskipun media yang memuat berita tersebut mungkin telah banyak memberikan manfaat bagi dunia islam, tapi jika suatu berita dibuat dengan cara yang tidak benar, akan saya sebut tidak benar. Benar tidak nya berita tersebut bukan masalah isi, melainkan cara membuat. Apakah bisa kita menyandarkan informasi menyangkut seseorang hanya berdasarkan informasi seseorang yang lain? Di situ disebut sumber berita adalah sebuah akun facebook yang katanya mantan Timses Jokowi waktu nyalon Gubernur. Lha wong Prabowo dan Hashim (adik Prabowo) saja Timses nya Jokowi waktu itu toh? Kita wajib menelisik kebenaran suatu informasi, bukan karena informasi tersebut sangat kita sukai lantas kita sebarkan! Tidak ada sedikit pun ruang bagi ‘tertuduh’ untuk menyampaikan counter-informasi. Media-media yang sering disebut kafir saja masih sering menyajikan hak jawab dari pihak yang diberitakan. Bagaimana sebuah berita di media islam telah secara gegabah dibuat”, saya sedikit berpanjang lebar.
“Termasuk kalau kita menyebarkan berita di facebook ya Kang?”, tanya Panjul
“Benar sekali. Jika kita share berita yang kebenarannya masih meragukan, kita bisa terjebak menyebarkan kabar orang fasik. Lebih parah lagi jika kemudian hari berita tersebut adalah tidak benar, maka kita telah menyebarkan fitnah. Tuh contohnya yang menimpa WIMAR. Sudah berapa lama kok saya lihat gambar itu berkeliaran di FB. Jika kita menyebarkan hal-hal yang tidak kita yakini kebenarannya, itu namanya menyebarkan kabar fasik, bisa menjadi fitnah. Ingat, tanggung jawab itu adanya adalah pada diri pribadi, bukan pada sumbernya saja. Kita tidak lepas tanggung jawab saat membagikan berita yang tidak benar”
“Tapi nih ada satu lagi, Jokowi itu kan sekelilingya bukan orang baik-baik, sedang Prabowo kan hampir semua orang shaleh berkumpul di Prabowo Kang. Bukan kah kita harus melihat hal ini juga jadi pertimbangan?”, ujar Panjul.
“Apa sudah kamu inventarisasi berapa orang yang alim dan shaleh di kubu Prabowo dan Jokowi terus kamu bandingkan gitu? Banyak orang-orang bermasalah di kubu Jokowi, begitu pun di kubu Prabowo. Yang bisa kita lakukan adalah berharap bahwa Prabowo atau Jokowi tidak terpengaruh oleh orang-orang ini. Lagi pula kan Prabowo sekarang ini saja kelihatannya alim gitu. Hal ini tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk memilih pemimpin”.
“Baik kang, kita kembali ke masalah pilihan. Kalau keduanya itu kurang lebih sama terhadap isu-isu yang kita bahas, apa pertimbangan Akang pilih Jokowi?”, Panjul mulai bertanya alasan pilihan saya.
“Begini, nJul. Kita sudah sepakat Prabowo dan Jokowi itu tidak ideal jadi presiden kan? Tapi karena harus memilih dari keduanya, maka kita bandingkan keduanya sesuai tuntunan. Beberapa yang telah disampaikan dalam Islam adalah memilih pemimpin yang (1) beriman dan beramal shaleh, (2) tegas, (3) lemah lembut, (4) tidak korupsi, (5) adil, (6) berpegang kepada hukum Allah, (7) diutamakan laki-laki, (8) niat yang baik untuk jadi pemimpin, (9) menasehati rakyatnya, (10) shidiq, (11) amanah, (12) fathonah, (13) tabligh dan sebagainya yang mungkin saya tidak bisa menyebutkan karena keterbatasan pengetahun saya. Hadits dan ayatnya banyak perihal ini, silakan search saja saya tidak akan copy-paste ayat2 di sini”
“Nah kriteria pertama tentang keimanan menarik. Katanya Jokowi jangan dipilih karena meninggalkan pemimpin kafir di DKI”, timpal Panjul.
“Boleh saja kita mengangkat isu itu, tapi terlebih dulu harus kita tujukan jari kita ke Prabowo, karena dia yang gigih mencalonkan Ahok jadi pendamping Jokowi. Terus kita harus permasalahkan juga partai kita yang melakukan hal yang sama, mengangkat orang kafir sebagai wali/pemimpin seperti di SINISINI dan SINI. Satu jari menunjuk Jokowi, jari lainnya ke arah kita semua”
“Terus menurut Akang, apakah point-point kriteria memilih pemimpin tersebut mendorong Akang memilih Jokowi”, tanya panjul
“Nggak terlalu yakin juga nJul. Dari 13 point tersebut menurut saya keduanya hampir sama. Jokowi tidak lebih baik dari Prabowo dan pula sebaliknya. Jika kamu menafikan informasi sumir dan fitnah yang sering kamu baca, saya yakin kamu pun akan memiliki kesimpulan yang sama”, ucap saya sambil memandang ke tiang pos kamling yang banyak ditempeli sticker pasangan capres. Sepertinya Panjul juga baru nempel sticker, pikir saya. “Mungkin JK-Hatta lebih baik dari Prabowo-Jokowi dari segi keIslaman, sepertinya lho ya”, ujar saya pula.
Saya pun melanjutkan, “Tapi saya pilih Jokowi karena dia sudah berbuat, sedangkan yang satunya masih berencana, Jokowi teguh pendirian, yang satunya mencla-mencle. Ups, … maaf nJul. Saya sudah mengikuti calon mu pakai kata-kata jelek nJul hehe…”
Panjul hanya turut tertawa.
“Lihat bagaimana Jokowi menolak World Bank, dia juga menolak partai yang minta-minta jabatan. Itu lah pemimpin yang tegas. Mungkin sisi niat baik untuk menjadi pemimpin lebih ada di diri Jokowi. Sedangkan di sisi Prabowo, kan terlihat sekali tidak tegas. Semua partai bisa masuk ke koalasi yang Prabowo bangun asal banyak dukungan. Hari ni bilang A besok bilang B. Hari ini bilang pemerintah sekarang pakai ekonomi liberal, besoknya ambil Menko Ekonomi dari pemerintahan liberal menjadi cawapre. Hai ini mengkritik pemerintahan SBY, besok memujinya. Hari ini bilang pro asing, besoknya bilang anti asing. Tapi itu pertimbangan saya lho, jangan dijadikan acuan” ujar saya lagi.
Kami berdua terdiam beberapa saat merasakan semilir angin yang menembus sela dinding kayu pos kamling. Saya tidak ada niatan menggiring Panjul untuk memilih Jokowi. Saya hanya ingin agar dia tidak menjadi korban dan pelaku kabar sumir dan fitnah yang bergentayangan.
“Oh ya ada satu lagi yang  membuat saya lebih memilih Jokowi”, saya kembali membuka suara.
“Apa itu Kang?” tanya Panjul.
“Sebaiknya pilih lah pemimpin yang dicalonkan, jangan memilih yang mencalonkan diri seperti hadits berikut LINK, yang terjemahan bebasnya
Wahai Abdurrahman, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika engkau diberi (jabatan) karena meminta, kamu akan menanggung tanggungjawab atasnya, namun jika kamu diberi (jabatan) dengan tidak meminta(nya), kamu akan ditolong (oleh Allah), dan jika kamu melakukan sumpah atas sesuatu, kemudian kamu melihat suatu yang lebih baik, penuhilah kaffarat sumpahmu dan lakukanlah yang lebih baik. (terjemahan ditranslate dari English, bukan dari Bhs Arab) (Sahih al-Bukhari 7146)”
Panjul berpikir agak lama sebelum berujar. “Saya kok gak pernah dengar hadits itu sekarang-sekarang ini Kang. Dulu saja sering”, ujar Panjul. “Tapi, itu kan seperti capres boneka ya Kang. Dicalonkan partai”, ujar Panjul sambil cengengesan.
“Hus, kamu!” seru saya. “Itu istilah yang tidak baik dan jangan digunakan. Pengecualian tentu ada seperti kisahnya Nabi Yusuf yang mana beliau meminta (mencalonkan diri) menjadi bendahara, ya karena tidak ada orang lain yang amanah dan sanggup/ahli untuk melakukannya”
“Kalau hadits atau bahkan ayat2 Al-Qur’an tentang kriteria pemimpin yang beriman dan beramal shaleh, dan sebagainya yang Akang sebutkan kan banyak sekali Kang. Tadi Akang bilang dari kriteria-kriteria tersebut Jokowi dan Prabowo itu sebelas dua belas ya? Bagaimana dengan hadits yang menyebutkan ‘Kalau kamu mengirim utusan kepadaku, kirimlah yang tampan wajahnya‘?”, tanya Panjul. “Sumbernya di SINI Kang”
Saya terdiam sejenak sebelum berujar, “Saya tidak mempertanyakan hadits tersebut. Yang saya pertanyakan adalah, menerapkan hadits kok maksa begitu. Kan sudah jelas disitu adalah kriteria utusan, bukan pemimpin. Ya kalau menurutmu Prabowo itu ganteng, paling tidak lebih ganteng dari Jokowi, maka Prabowo cocoknya jadi utusan saja, duta besar saja, gimana?”
“Iya juga ya Kang”, Panjul sepertinya antara setuju dan tidak.”Tapi kalau jadi duta besar bagi Prabowo itu terlalu rendah. Dia hebat berkomunikasi. Bahasa Inggrisnya saja yahud. Tidak seperti Jokowi. Lihat video dibagian akhir TULISAN INI Kang”, Panjul kembali berargumen
“Kamu ikut nyebarin video tersebut nJul?”
“Iya Kang. Itu kan wajib. Kita harus tahu calon presiden kita seperti apa”
“Kamu sudah terkena fitnah itu nJul. Jika ada kabar yang menurutmu baik bagimu, jangan langsung dishare. Teliti terlebih dulu. Saya sudah nonton video wawancara Jokowi dan Prabowo secara terpisah. Tidak ada yang aneh dari Jokowi. Ya memang benar, level Bahasa Inggris Jokowi masih di bawah Prabowo. Prabowo kan sudah mengenyam pendidikan barat, latihan militer barat. Aneh kalau dia tidak bisa bahasa Inggris. Namun ini juga menunjukan siapa sebenarnya cenderung pro barat”.
Saya pun kembali melanjutkan, “Kembali ke video tersebut. VIDEO JOKOWI tersebut sudah diedit untuk tujuan propaganda, yakni untuk downgrade Jokowi. Lihat saja jawaban-jawaban Jokowi tidak nyambung gitu. Itu manipulasi untuk propaganda nJul. Saya malu kalau baca berita propaganda yang sudah dimanipulasi apalagi dari pihak yang mengatasnamakan Islam, padahal apa yang mereka lakukan jauh dari islam itu sendiri.
“Berarti saya sudah salah ya Kang? Saya sudah turut menyebarkan video tersebut padahal ternyata video tersebut palsu”
“Benar sekali nJul. Kamu salah. Kita diwajibkan meneliti semua kabar yang kita terima. Wawancaranya asli, Jokowi tidak fasih bahasa Inggris itu asli, yang palsu adalah manipulasi jawaban dan pertanyaan yang sengaja ditukar-tukar untuk menunjukan Jokowi itu bodoh”.
Sejenak kami terdiam. Tak lama Panjul memecah kesunyian, “Saya mau tanya, apakah Akang pilih Jokowi juga karena isu HAM Prabowo?” tanya Panjul
“Mmh, prabowo diberhentikan dari militer itu fakta. Prabowo pelaku pelanggar ham itu adalah persepsi, indikasi, dan opini saya. Belum ada fakta otentik dia yang menghilangkan orang. Bisa saja dia terlibat. Bisa saja tim nya yang salah menjalankan instruksi. Opini jangan kita jadikan fakta. Saya tidak mau ikut-ikut menyebarkan kabar fasik dan memfitnah” ujar saya.
“Tapi isu-isu miring terhadap Prabowo juga banyak ya Kang?”, sela panjul
“Benar sekali. Apa pun isunya baik terhadap Jokowi ataupun Prabowo selama itu adalah kabar yang belum pasti, kabar dari orang fasik, fitnah, kita dilarang untuk mempercayainya. Apalagi menyebarkannya.
“Ah, saya kalau tetap pilih Prabowo Kang”, ujar panjul sambil nyengir kuda. “Dia lebih baik dari Jokowi karena dia sudah menunjukan kegigihannya berjuang untuk memperbaiki Indonesia. Ya termasuk membawa Jokowi ke Jakarta dari Solo”, ujarnya kembali.
“Nah itu bagus”, ujar saya.
“Akang sekarang pindah pilih Prabowo?”
“Tidak, tidak. Maksud saya, saya setuju dengan alasanmu memilih Prabowo. Silakan saja lakukan pertimbangan sendiri dan bandingkan point-point kriteria pemimpin yang kamu anggap benar. Jangan lupa mohon petunjuk, lakukan shalat sebelum memantapkan pilihan. Yang lebih pentingjangan menggunakan ghibah, kabar sumir (dari orang fasik), dan fitnah sebagai pertimbangan mu kecuali kamu ingin ikut ke golongan mereka
“Kalau Prabowo yang menang gak apa-apa kan Kang?”, tanya Panjul seakan ingin menggoda.
“Hehe… ya nggak apa-apa nJul. InsyaAllah kita semua harus dukung. Pendukung Jokowi juga harus turut dukung jika Prabowo terpilih jadi Presiden atau sebaliknya. Pemilu selesai tidak ada lagi kubu-kubuan”
“Baik Kang. Sepertinya hari semakin sore kang. Saya harus memandikan si Jangkrik dulu. Besok saya posting lagi di group perihal Reunian kita mumpung banyak teman-teman kita lagi pada pulang kampung ya Kang”
“Sip nJul. Ayo kita pulang kalau begitu”, timpal saya.
“Assalamu’alaikum Kang”, ujar Panjul sambil berlalu
“Wa’alaikum salam”, jawab saya.
Panjul beranjak meninggalkan pos kamling. Saya masih berdiri memperhatikan perginya Panjul. Dari kejauhan Panjul sedikit memutar badan, mengacungkan satu jari telunjuk seraya berkata, “Hidup nomor 1 kang”.
Saya pun mengacungkan dua jari saya.
capres-cawapres-2014
(Gambar diambil dari http://fncounter.files.wordpress.com/2014/05/capres-cawapres-2014.jpg)
Mari kita pilih Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK sesuai dengan kriteria yang kita anggap benar. Stop ghibah, kabar fasik dan fitnah terhadap Jokowi dan Prabowo. Satu jari menunjuk ke orang lain, sisanya menunjuk ke diri sendiri. Berlaku lah adil meskipun terhadap orang yang kita benci. Jangan percaya dan menyebarkan informasi yang sepotong (sumir) karena bisa menjadi fitnah.
————–
Catatan: percakapan ini tidak riil terjadi, hanya rekaan belaka. Semua link yang disajikan jangan dijadikan pegangan karena sebagian besar berisi ghibah, kabar sumir dan bahkan fitnah baik untuk Prabowo maupun Jokowi. Saya menampilkan link-link tersebut hanya sebagai pembanding. Tidak lupa saya mohon maaf ke semua pihak yang sudah saya jadikan contoh dalam tulisan ini.
Ghibah: hal yang benar sesuai fakta menyangkut kejelekan saudara kita. Melakukan ghibah yang tidak ada kaitannya dengan pilpres jelas tidak bisa dibenarkan. Contoh ghibah; Prabowo gak berisitri, jokowi muka ndeso, dll. Informasi tersebut benar sesuai fakta. Tapi tidak boleh dibicarakan/disebarkan karena (menurut saya) tidak ada kaitannya dengan piplres sehingga pengecualian kebolehan menghibah atasnya tidak ada.
Kabar sumir (fasik): kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya, dan ada kemungkinan diperoleh dari orang fasik.
Fitnah: kabar yang tidak benar menyangkut seseorang.
Saya; adalah karakter saya sekarang.
Panjul; adalah karakter saya sewaktu remaja. Panjul adalah salah satu nama panggilan saya masa itu. Semoga yang memiliki nama sama dengan karakter ini berkenan.

itulah isi dari jurnal, yang sedikit bisa memberiku pencerahan,,,, tapi untuk pilihan belum fix banget sihhh,,,heheh,,
 
VaniLLa VaniLi Blogger Template by Ipietoon Blogger Template