Sobat udah denger kan tentang berita kecelakaan kereta api yang tabrakan atau bisa di bilang nabrak sebuah truk tangki BBM di bintaro, mengenaskan banget ya,,, Suatu hal yang tidak kita harapkan, namun apa boleh buat itu sudah menjadi kehendak Tuhan YME,,
Yang jelas biar bisa jadi pelajaran buat kita semua, atau peringatan mungkin. Tapi kecelakaan kereta api seperti itu sudah terlalu sering terjadi di Indonesia, kalau sudah seperti itu siapa yang mau di salahin coba??
hmmm,,, Sekarang deka mau ngreview sedikit tentang kronologi kecelakaan tersebut, agar kita bisa mengambil hikmah dari itu semua, semoga sobat tidak bosan,,,
.jpg)

Pukul 11.09 WIB Kereta Commuter Line jurusan Serpong - Tanah Abang nomor 1131 ,berangkat dari Stasiun Pondok Ranji di Tangerang Selatan menuju stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Pusat. Setelah melewati stasiun Pondok Betung, kereta melintasi jalur perlintasan berpalang pintu.Tepat pukul 11.15 Di situ, ternyata ada truk tangki Pertamina membawa bahan bakar jenis premium 24.000 liter yang menerobos. Tabrakan pun tak terhindarkan. Gerbong terdepan kereta menabrak bagian badan truk. Tak lama kemudian, truk pun terbakar. Sementara gerbong paling depan tempat masinis dan penumpang khusus wanita terguling.
Pukul 11.25 WIBPetugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Mereka langsung mengevakuasi para penumpang di gerbong paling depan. Petugas KAI memberi pertolongan pertama pada penumpang yang sudah turun.
Pukul 12.50 WIBPT KAI memastikan ada tujuh korban jiwa akibat kejadian ini. Kemungkinan korban akan bertambah karena petugas masih melakukan pendataan.
Api juga dilaporkan masih berkobar di truk tangki yang mengangkut 24 ribu kiloliter bahan bakar premium tersebut.
Menurut berita terbaru, jumlah korban meninggal akibat tabrakan kereta vs truk tangki BBM ini ada 7 orang, para korban dievakuasi ke kantor RW setempat sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Penyebab kecelakaan
Penyebab kecelakaan tersebut pun masih simpang siur, pernyataan saksi sangat berbeda dengan pernyataan PT Kereta Api Indonesia yang terkesan menyalahkan truk tangki
"Posisi pintu perlintasan sudah tertutup setengah, namun truk tersebut lolos sehingga kereta yang tengah melintas dengan kecepatan 70 kilometer/jam menghantam truk tersebut," ujar Kepala Daerah Operasi PT KAI Jakarta, Isnadi dalam konferensi pers di SDN 06 Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12).
Isnadi mengakui, kondisi perlintasan pada saat sebelum kejadian memang berjalan dengan lambat, namun terlepas dari itu, menurutnya sirine sudah berbunyi pada saat kereta yang ingin melintas tersebut berjalan dari stasiun terdekat yaitu stasiun Sudimara dengan waktu 7 sampai 10 menit.
"7 Sampai 10 menit lepas dari stasiun terdekat dan sirine sudah berbunyi. Posisi sirine sudah dibunyikan, proses pintu memang diturunkan tidak langsung tapi pelan-pelan pintu sudah turun setengah, kereta yang menghantam truk kalau dilihat dari posisinya karena truk tersebut lolos dari palang perlintasan," tegasnya. (Merdeka.com)
Sedangkan penuturan dari salah seorang saksi yang mengendari sepeda motor tepat di belakang truk tangki saat melintasi perlintasan, menyatakan sirine tidak berbunyi, bukan cuma itu, palang juga tidak bekerja.
JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga Selasa (10/12/2013), polisi telah memeriksa tujuh saksi terkait dengan kecelakaan maut di pelintasan kereta api Pondok Betung, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang terjadi sehari sebelumnya. Menurut Kepala Kepolisian Sektor Pesanggrahan Komisaris Deddy Arnadi, dua orang di antaranya diamankan, yakni penjaga pintu pelintasan dan seseorang yang biasa mengatur arus kendaraan di pintu pelintasan.
Menurut Deka,, setelah terjadinya peristiwa ini, harusnya Indonesia mulai berbenah lagi. Buatlah sistem transportasi yang aman dan nyaman, demi kebaikan kita semua. Namun itu juga bukan diserahkan hanya kepada setu pihak saja misalkan Pemerintah, masyarakat umum dan pihak - pihak yang memiliki kepentingan di dalamnya juga harus sadar akan aratinya tertib lalu lintas. Untuk Masalah diatas, harusnya tidak saling menuding siapa yang salah. Alangkah baiknya bila kita selaku pengguna transportasi dan penyedia jasa misalkan PT KAI, bisa instropeksi. Untuk Indonesia yang lebih baik.
Menurut sobat gimana?
0 komentar:
Posting Komentar