Minggu, 08 Desember 2013

Pengalamanku

 (Cerita ini kutulis berdasarkan pengalamanku sendiri)
INGIN PULANG
               Ingin rasanya aku cepat – cepat pulang, bertemu ibu, bapak dan adik2 tercinta. Terutama bertemu adiku yang paling kecil, baru berumur 5 bulan  lagi lucu – lucunya.
               Hari  - hari mendekati liburan, waktu hari raya idul adha, walau cuma libur 4 hari, serasa cukup untuk sekedar melepas rindu bersama keluarga. Aku mulai merencanakan tanggal dan hari kepulangan. Memilih jasa travel mana yang pas dan nyaman untuk aku tumpangi.
               Aku putuskan hari sabtu dini hari, tepatnya pukul satu dini hari dari semarang. Ku telepon agen travel yang sudah menjadi langgananku. Karena ku kira selalu nyaman menaiki travel itu, walaupun seperti biasa, tetap saja perut dan tubuhku tidak bisa berkompromi, sebagus apapun kendaraan itu, ketika kondisi tubuhku tidak fit, tetap isi perutku ingin menyembul keluar. Aiih,,,
              Oke, usahaku untuk memesan travel itu akhirnya berhasil, sesuai dengan jadwal yang ku inginkan. Fix, aku pulang hari sabtu dini hari.
               Dengan hati yang senang dan tidak sabar, berharap hari sabtu segera tiba. Aku memikirkan apa saja yang akan di bawa ketika pulang nanti. Sempat melupakan sebuah oleh – oleh yang biasa aku bawakan untuk keluarga di rumah, namun melihat isi dompet yang ternyata tidak cukup bila ku belikan oleh – oleh, dengan berat hati aku tidak menyiapkan itu.
               Kamisnya, handphoneku berdering  pada waktu yang tidak ku duga. Nomor telepon tanpa nama, aku segera mengangkatnya. Sangat tidak kuharapkan itu, ternyata telepon dari agen travel yang sudah ku pesan kemarin.  Mengabarkan bahwa jadwal pemberangkatan di undur menjadi hari sabtu siang. Ouh, keinginanku untuk bertemu keluarga lebih lama ternyata tertunda. Aku mencoba bernegosiasi dengan operatornya, tetapi tidak bisa juga. Alasannya karena  alamat penjemputan ke kostku yang paling jauh dari penumpang yang lain, jadi mereka tidak mau mengambil resiko kerugian. Aku benar-benar kesal. Aku hanya bisa menggerutu dalam hati, karena wkatu itu tidak ada siapapun di kamar, temanku sedang ada kegiatan kampus, jadi tidak ada yg bisa menjadi sasaran kekesalanku.
               Aku memutar otak, pokokny aku harus sudah di rumah pada sabtu pagi,bagaimanapun caranya itu. Ada dua  pilihan, mencari agen travel lain atau aku harus kehilangan beberapa jam waktu bersama keluarga. Oke, aku mencoba agen travel lain. Namun hasilnya, nihil. Tidak ada jadwal pemberangkatan yang sesuai keinginanku. Tidak putus asa, aku pikir masih banyak kendaraan selain travel yang bisa mengantarku pulang.Naik Bus.
                Suatu hal yang tidak ku pikirkan sebelumya. Namun sudah menjadi keinginanku sejak lama, aku ingin naik bus. Namun keberanianku belum cukup untuk melawan rasa takutku naik kendaraan tersebut selama berjam jam, ku bayangkan betapa panasnya di bus, bau bensin yang menyengat, memasuki  hidung dan tenggorokan, hingga rasa pusing yang menjadi jadi, sampai mengoyak oyak mendorong isi perutku untuk keluar. Aih membayangkannya saja sudah membuatku mual.
                 Bagaimana ini,,,, aku berpikir keras, sambil makan nasi goreng yang sudah ku belii tadi di warung. Rasa pedasnya yang nggilani tidak aku rasakan, hingga aku memutuskan untuk memilih naik bus.
Tapi bagaimana, aku berencana pulang sendiri, padahal aku belum pernah naik bus umum sendirian sejauh itu. Salah seorang temanku akan pulang hari minggunya, dan teman2ku yang lain mungkin  sudah berada di rumah mereka.  Aku belum tau arahnya, aku belum tahu angkot jalur mana yang harus aku tumpangi, aku belum tahu dimana harus menunggu bus.
                  Ohhh,,,, benar-benar dilema, aku hampir putus asa. Aku berpikir lagi sembari Ku tidurkan tubuhku di  lantai, untuk mendinginkan punggungku yang sedari tadi kepanasan padahal pintu kamar terbuka lebar.  Ku tatap langit-langit kamar, mengingat bahwa belum ku kabari bapak  dan ibu  tentang hal ini. Ah tapi tidak, aku tidak akan mengabari mereka, takut membuat mereka khawatir.
Aha, mungkin ada ilham atau apa itu namanya,,
                  Akhirnya  aku berfikir untuk menghubungi teman-temanku yang sudah terbiasa naik bus,,
Aku sms mereka satu persatu,,,,
Setengah jam berlalu,,, belum ada sms balasan satupun dari mereka,,
Tuut tuuuuut,,,,tuut tuuuut,,,
Ada satu sms masuk,
Dari temanku, ya akhirnya dia membalasnya,,, dan menjawab pertanyanku  sedetail mungkin,,,
Namun aku terus bertanya-tanya lagi,,,
Ternnyata dia juga sedang dalam perjalanan pulang,,, naik bus,,, Sendiriannnn????wahwah,,, keren banget dia,, pikirku dalam hati. Dia bisa seperti itu, lalu kenapa aku tisak bisa?. Hal itu menyemangati ku.
Namun perasaan takut kembali merasuk,, dia kan sudah terbiasa, jadi wajar kalau dia berani naik bus sendiri. Nah aku???
                Aku berusaha melawan rasa itu. Dengan penuh keyakinan, aku putuskan untuk pulang naik bus, jumat siang. Karena paginya aku harus menghadiri acara wisuda, sebagai anggota paduan suara fakultas, jadi wajib hadir untuk mengiringi acara tersebut.
                Pagi pun tiba, aku malas untuk beranjak dari kasur kos yang atos itu.
Acara wisuda dimulai . Semua anggota paduan suara bersiap siap menaiki panggung,,
Lagu Indonesia Raya dikumandangkan,,, dilanjutkan lagu lagu selanjutnya,,
Sedangkan ketua  jurusan membacakan peringkat  lulusan peserta wisuda.
                  Tepat pukul 12.00 acarapun selesai.
Entah kenapa hatiku semakin was-was, aku meminta izin untuk pulang lebih dulu. Sampai di kos, rasa lapar menghinggapiku, langsung kubuka jatah kotak makan yang sengaja kubawa dari acara wisuda tadi.
Rencanaku jam 1 aku sudah keluar dari kost biar bisa dapet angkot cepet dan sampe halte bus tepat waktu,,
namun apa yang terjadi??? Aku ketiduran sampe jm setengah dua,,, Buru- buru aku pamit sama ibu kos,,,,
Aku sedikit berlari , dan pas ketika ada angkot lewat,, aku langsung menaikinya,,
                   Alhamdulillah,,, batinku,, Sampai di halte bus,,, tepatnya di dekat pasar,, banyak orang-orang berlalu lalang, entah kenapa aku merasa takjub pada diriku sendiri,, kuamati jalanan yang padat dengan kendaraan-kendaraan gede,,toko-toko di seberang jalan  yang berjajar rapi  dengan balihonya yang menarik perhatianku,,, apa itu?? Salon kecantikan,, wah wah rasanya kakiku ingin melangkah menyeberang jalan dan memasukinya, ,  waktu itu terik matahari sangat menyengat,, aku mencari tempat berteduh,,
yang juga menarik perhatianku ,, ada beberapa orang2 pasar yang sengaja berteriak teriak membantu para calon penumpang  untuk memberhentikan bus,,, baiknya mereka,,,pikirku.. tapi tunggu dulu,,, mereka dapet upah dari itu, ???  orang dengan badan kekar menghampiriku,, dia termasuk yang kuamati tadi,,
aku sedikit takut,,, ternyata di hanya bertanya, aku menunggu bus jurusan mana,, okelah, jadi kemungkinan untuk  salah menaiki bus semakin kecil,,, kuanggap mereka berjasa, pantaslah diberi upah..
                  Setengah jam berlalu, bus jurusan semarang – purwokerto tak kunjung tiba,,,
sudah banyak orang yang menunggu bus,, ku ajak bicara salah satunya, hanya sekedar untuk menghilangkan rasa bosan karena menunggu terlalu lama,, dia mahasiswa juga,, dari Universitas yang sama denganku juga,, dan ternyata dia menunggu bus yang sama juga ,,,,, sungguh suatu kebetulan,, sembari ku lihat ke arah perempatan jalan, dan bus yang ku harapkan tak muncul juga,,
hanya bus jurusan lain yang lewat, orang-orang yang menunggu pun semakin berkurang, padahal aku lebih dulu datang, namun bis yang ku tunggu tak kunjung tiba  juga,,, berharap ada teman atau orang yang aku kenal  lewat dan memberhentikan mobilnya untuk memberi  tumpangan,,
                  Tiba – tiba ada mobil mewah berhenti di depanku,, orang tersebut keluar dari mobil,, ternyata dia adalah temanku waktu smp,, dia menawariku untuk masuk mobilnya, kebetulan dia searah denganku,, aku pun dengan senang hati menerima tawarannya,,, akhirnya aku pulang,, bukan naik bus,,,
namun itu hanya khayalan ku saja...... teriakan orang pasar membuyarkan khayalanku,,
semarang – kebumen- purwokertto,,, tiba-tiba bus itu berhenti,, aku langsung menaikinya,,, dan lega bisa dapet tempat duduk yang nyaman,, namun aku sedikit ragu, ku tanya pada mba2 yang aku ajak bicara tadi,,,
ooh tidaaak,,, bus ini tidak melewati daerahku,, belum yakin, aku tanya lagi kepada orang pasar tadi,,, yang posisinya di luar bus dia malah membentaku,,aku tersentak dan sebelum busnya tancap gas,, buru-buru aku turun dari bus,, rasa malu, kaget, dan kesal bercampur jadi satu,, di tambah persediaan airku habis,,aku semakin lemas...
                 Pengin pulang cepet aja harus kayak gini dulu,,, tapi aku kembali semangat ketika mengingat wajah adik kecilku di rumah,,, dan saat itu juga bus yang kuhrapkan muncul,, ku mencari tempat yang masih kosong,, namun nihil,,, terpaksa aku harus berdiri,,, aku tidak bisa membayangkan, apakah bisa bertahan berdiri berjam jam, atau aku akan pingsan di setengah perjalanan,,, namun,, terasa begitu sejuk di bus ini, padahal tidak ada pendingin sama sekali, mungkin karena semua jendela bus terbuka,,,setengah jam pertama,, aku masih fresh,, belum merasakan pusing sama sekali,, ku gunakan kesempatan ini untuk menyalakan MP3 ,, menghilangkan bosan ,,, ku keraskan volumenya, berharap penumpang lain juga menikmatinya,,, berdiri sambil joget-joget  kecil, dan bersenandung dengan sangat lirih,, salah seorang penumpang memperhatikanku, mungkin heran,,, berasa jadi pengamen atau kenet bus,,, atau pedagang asongan,, yang jelas aku sangat menikmati suasana di bus waktu itu,,,
                Kakiku mulai pegal, berharap ada penumpang turun, dan mengosongkan tempatnya untukku,,
bus berhenti sementara di terminal,,,, sedikit kesal ,, karena seringnya bus berhenti membuat perutku mulai mual,, dan lagi makin lama untuk sampai di purbalingga... pedagang asongan tidak melewati kesempatan ini, mereka berbondongbondong masuk dalam bis,, ouuuh,,, aku berdiri berdesak-desakan dengan para pedagang asongan,, mulai panas,, bau bensin,,, bau makanan, bau orang yang mabuk perjalanan,,, semua bercampur menjadi satu,,, aku merasa lapar,,, dan kubeli manisan mangga,,,
lumayan bisa menyegarkan tubuhku ,,,, bus melaju kembali, dengan posisiku yang masih berdiri,,,
aku harus bertahan sampai akhir, walau posisiku seperti ini, tidak boleh goyah... tapi rasa kantuk mulai datang,,,,, dan akhirnya ada penumpang yang turun, langsung saja aku duduk,,, dan tidurrrrrr,,,
ketika tersadar,,, hujan turun begitu deras,, dan kabut menutupi kaca jendela mobil,,, kurasa ini sudah berada di temanggung atau wonosobo,, entahlah aku tak peduli, karena perutku merasa terkoyak koyak ,,,kepalaku pusing tidak karuan,, mencoba tidur kembali,, aku teringat,, belum ku kabarkan kepulanganku ini pada ayah,,, supaya dia bisa menjemputku nanti,, mereka kaget ketika aku bilang aku naik bus,,, mereka mulai khawatir,, namun aku berusaha meyakinkan mereka,,,
                 Selesai menelepon,,,, rasa mualku semakin menjadi jadi,, dan semua isi perutku ingin keluar,, ku cari- cari kantong kreseek yang sudah kusiapkan ,, namun dimana itu,,, tidak ada,,
Gawat!!
Aku ingin muntah,,, YA! Tak kusadari satu kantong kresek menggantung diatas kepalaku,, langsung kuambil saja itu,,, dan Ya!...
Leganya,,,,,
Tubuhku lemas,, tak ku hiraukan mba-mba yang duduk disampingku, mungkin dia ingin bertanya, atau kenalan mungkin,, tapi aku cuek,,,
                 Kenapa terasa lama sekali,,, pantatku terasa panas,,, perutku masih mual,,, aku sudah tidak tahan!!Mama,,bapa,,aku merintih,,,, malampun tiba,,,, aku tertidur, namun hanya tidur ayam,,,
Berusaha melupakan rasa pusingku,,, Lama,,, lamaa, dan terasa sangat lama,,,
Rasa takut salah menaiki bus kembali datang,,, karena heran jalanan yang dilewati kenapa tidak seperti biasanya,,, Tapi tidak, ini benar,, dari kejauhan mulai terlihat jembatan perbatasan, ini yang menjadi patokanku,,, Aku siap- siap dan maju berpindah ke tempat duduk dekat pintu,,
Kenet bus bertanya,,, mau turun dimana,,, Aku bilang di terminal,,, dia malah menertawaiku,,,
“itu masih jauh mba,hehe”,,,  ibu- ibu di depanku menyahut, “mba baru pertama kali naik bus ya,,, teminalnya masih jauh, mending duduk saja dulu” katanya dengan nada sedikit tinggi, aku merasa kesal , dan tak kutanggapi itu,, aku berdiri,, alhamdulillah,,, rasa syukur kupanjatkan, aku sampai,, dan bapak sudah menantiku,,, dia menatapku dalam-dalam, dan memberikan pertanyaan seperti biasa setelah aku naik bus..
“ko ora mabok?”(bahasa ngapak, kamu tidak mual kan?)
Aku jawab saja tidak,,,heheh
                                                                                Selesai
Sekian ceritaku diatas,, apabila ada kekurangan atau kritikan silahkan komentar,,, terima kasih
Salam Konservasi!!!!


0 komentar:

Posting Komentar

 
VaniLLa VaniLi Blogger Template by Ipietoon Blogger Template